Kamu Pengunjung Ke

Arsip Blog

Get Connection

TRAVEL MURAH KE BANDUNG
Jalan-jalan ke Kota Wisata Bandung dengan layanan yang ramah dan berpengalaman, membuat Anda terasa nyaman dalam mengisi liburan
kiostravel-id.blogspot.com

Koleksi Pakaian Terbaik
Temukan Pakaian Idaman dan sesuai Kebutuhan anda DISINI
dhifastore.blogspot.com

Ads by Dhifa Outlet

Site Info

ping fast  my blog, website, or RSS feed for Free My Ping in TotalPing.com

Followers

Tampilkan postingan dengan label Prabowo-Hatta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Prabowo-Hatta. Tampilkan semua postingan

13 Juli 2014

Dukungan Kemenangan Prabowo Menguat, Jadi Topik Utama di Twittland

Dukungan kepada calon presiden Prabowo Subianto kembali menguat di dunia maya twittland.
Kali ini bentuk dukungan yang diberikan yakni dengan unggulnya perbincangan dengan tanda pagar (tagar) #kamisaksikemenanganPRABOWO pada Sabtu (12/7/2014) malam.

Tagar ini menempati posisi pertama dan menjadi trending topic.

Beberapa akun twitter pendukung Prabowo menuliskan kegembiraannya seperti akun Tya @austyaa menulis: senangnya dr pagi liat trending topic #kamisaksikemenangan PRABOWO J ;).

Satu Garis @WisnuARamadi menulis: gue sih lebih seneng hestek #kamisaksikemenanganPRABOWO karena gue bagian dari itu.

Menguatnya dukungan masyarakat kepada mantan Danjen Kopassus ini, menyusul ramainya perbincangan terkait hasil hitungan real pemilu presiden yang telah berlangsung Rabu (9/7/2014) lalu.

Dari hasil perhitungan real tersebut, disebutkan pasangan nomor urut 1 Prabowo Subianto –Hatta Rajasa meraih 54% suara lebih unggul dibanding pasangan Joko Widodo – Jusuf Kalla yang mendapatkan dukungan 46%.

Meski hasil perhitungan ini mengunggulkan dirinya, Prabowo dalam beberapa kesempatan tetap menyatakan akan menunggu hasil hitungan resmi dari KPU pada 22 Juli mendatang.

sumber http://news.bisnis.com/

Read More »
08.32 | 0 komentar

Hitung Nyata, Real Count berdasarkan C1, Prabowo - Hatta 54% Ungguli Jokowi - JK 46%

Tim Sukses Prabowo-Hatta telah mengeluarkan hasil real count berdasarkan formulir C-1 yang diperoleh saksi-saksi di setiap TPS seluruh Indonesia. Porsentase perolehan suara yang diperoleh dari Kartanegara Centre untuk Prabowo - Hatta vs Jokowi - JK adalah 54%:46%. Sementara itu data saksi PKS di seluruh TPS, menurut Marwah, sudah masuk 90%, dengan hasil 54% untuk pasangan Prabowo-Hatta dan 46% untuk pasangan Jokowi-JK.
Hasil Real Count tersebut menurut Anggota timses Prabowo-Hatta Marwah Daud Ibrahim, Prabowo-Hatta unggul sementara dengan selisih 7 persen dari pasangan Jokowi-JK.  "Alhamdulillah dari 90 persen laporan C-1 dari saksi yang masuk, selisih kita masih 7 persen," ucapnya kepada wartawan, Sabtu (12/7).
Marwah juga mengatakan data real count diperoleh dari tiga pusat data yakni Kartanegara Centre, data saksi PKS di seluruh TPS dan data Cikeas.
Porsentase perolehan suara yang diperoleh dari Kartanegara Centre untuk Prabowo - Hatta vs Jokowi - JK adalah 54%:46%. Sementara itu data saksi PKS di seluruh TPS, menurut Marwah, sudah masuk 90%, dengan hasil 54% untuk pasangan Prabowo-Hatta dan 46% untuk pasangan Jokowi-JK. 
Data real count Cikeas mendapati perolehan suara yang sama dengan kedua pusat data tersebut, yakni 54% untuk pasangan Prabowo - Hatta dan 46% untuk pasangan Jokowi - JK. (Keterangan gambar: Titiek, Prabowo dan Glenny Kairupan di masa muda) (rim)
sumber http://www.rimanews.com/

Read More »
08.22 | 0 komentar

30 Juni 2014

Resmi, Demokrat Dukung Prabowo-Hatta


Partai Demokrat secara resmi menyatakan dukungannya terhadap Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dalam Pilpres 2014 karena pasangan tersebut memiliki visi-misi segaris dengan partai yang dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.
Dalam konferensi pers itu turut hadir petinggi Partai Demokrat, seperti Edi Baskhoro Yudhoyono (Ibas), Amir Syamsuddin, Jero Wacik, E.E. Mangindaan, dan Roy Suryo.

"Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat memutuskan dan mengintruksikan kepada seluruh pimpinan DPD, DPC PAC Demokrat, kader, simpatisan, organisasi sayap, dan seluruh pendukung Partai Demokrat agar memberikan dukungan penuh kepada Prabowo-Hatta dalam Pilpres 9 Juli 2014," kata Ketua Harian DPP Partai Demokrat Syarief Hasan di Kantor DPP Demokrat, Senin (30/6).

Syarief mengatakan bahwa terdapat sejumlah pertimbangan yang melandasi keputusan DPP Partai Demokrat ini. Dalam Rapimnas 18 Mei 2014, kata dia, dinyatakan dalam pilpres Partai Demokrat netral, tetapi tidak golput. 

Oleh sebab itu, Demokrat menentukan sikap akan mendukung capres-cawapres dengan visi-misi segaris. Berdasarkan statement politik Partai Demokrat pada tanggal 20 Mei 2014, Partai Demokrat akan menentukan sikap setelah mengamati dan mempelajari visi-misi capres-cawapres.

"Pada tanggal 1 Juni 2014, ada pemaparan capres-cawapres Prabowo-Hatta dan segaris dengan visi-misi Partai Demokrat. Kemudian, Partai Demokrat mengikuti dan mengamati orasi Prabowo-Hatta selama kampanye, yang menurut kami akan melanjutkan program ekonomi pemerintahan SBY, dan program kesejahteraan rakyat pemerintahan SBY," ujarnya.

Lebih jauh Syarief juga mengutarakan bahwa masukan yang diterima dari kader-kader Demokrat di daerah mengusulkan agar Partai Demokrat mendukung capres-cawapres Prabowo-Hatta.

"Statement politik ini dari DPP Partai Demokrat. Ketua Harian dan Sekjen punya otoritas untuk ini. Kami yakin dukungan ini akan lebih meningkatkan dukungan bagi Prabowo-Hatta, kami yakin insya Allah Prabowo-Hatta akan menang dalam Pilpres," ujar menteri koperasi dan UKM itu.

Syarief mengatakan bahwa pihaknya belum memikirkan sanksi yang akan diberikan kepada kader yang tidak sejalan dengan keputusan ini. Baginya membantu memenangi Pilpres 9 Juli, lebih penting daripada memikirkan sanksi.

Ketika ditanya apakah keputusan ini juga mencerminkan sikap Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, dia tidak membantah dan tidak mengiyakan. "Intinya semua petinggi partai kan komplit hadir di sini. Di Partai Demokrat terstruktur, mekanisme jelas, semua dalam satu kontrol Ketua Umum," ujar Syarief.

sumber http://www.republika.co.id/berita/pemilu/berita-pemilu/14/06/30/n7z98l-resmi-demokrat-dukung-prabowohatta

Read More »
09.41 | 0 komentar

Prabowo-Hatta Undang Masyarakat Hadiri Konser Maher Zain, Gratis!

Pendukung dan simpatisan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa di awal bulan Ramadan ini akan menggelar konser Maher Zain secara gratis untuk menghibur masyarakat. Maher Zain merupakan penyanyi religius Islam yang paling terkenal di dunia, dengan reputasi yang besar di berbagai negara termasuk Timur Tengah, Eropa, Amerika, dan Indonesia.
Konser tersebut bakal diselenggarakan pada tanggal 2 Juli 2014 di Istora Senayan pukul 21.00 WIB. Meskipun gratis, untuk masuk ke dalam arena konser tetap diperlukan undangan. Untuk masyarakat yang ingin menghadiri konser, dapat mengambil tiket gratis di Rumah Polonia.
Selain konser, panitia rencananya juga akan menggelar acara jumpa fans Maher Zain. Acara jumpa fans akan diselenggarakan di mal Kuningan City hari Selasa tanggal 1 Juli 2014 pukul 20.00 malam. Acara jumpa fans juga dapat dihadiri oleh masyarakat umum tanpa dikenakan biaya. Di sana selain beramah tamah dengan para penggemarnya, Maher juga akan menyanyikan beberapa lagunya untuk menghibur penggemar dan pengunjung mal.
Hendy Liem dari MNC Group selaku perwakilan panitia yang mendatangkan Maher Zain mengungkapkan, konser ini diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian dari para pendukung dan simpatisan Prabowo-Hatta agar masyarakat luas dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih khidmat. Dalam konser tersebut Maher direncanakan akan tampil selama kurang lebih satu setengah jam.
Maher, kata dia, khusus datang ke Jakarta untuk memenuhi undangan pendukung Prabowo-Hatta di sela-sela jadwalnya yang sangat padat. Di bulan Ramadan ini jadwal manggung Maher sebenarnya sudah sangat penuh. 
"Namun karena ini konser yang dianggap sangat penting, dimana Maher mengetahui bahwa Prabowo-Hatta juga direncanakan hadir, maka Maher bersedia untuk menyelipkan konser ini sela-sela jadwalnya yang sangat padat,” kata Hendy Liem.
sumber http://www.republika.co.id/berita/pemilu/menuju-ri-1/14/06/30/n7zozr-prabowohatta-undang-masyarakat-hadiri-konser-maher-zain-gratis

Read More »
09.39 | 0 komentar

15 Juni 2014

Kubu Prabowo-Hatta Dukung Tempat Maksiat Dolly Ditutup


Ketua Tim Pemenangan capres-cawapres, Prabowo-Hatta, Mahfud MD mengatakan setuju dengan keputusan Wali kKota Surabaya, Tri Rismaharini yang ingin menutup lokalisasi Dolly dan minuman keras. Apapun alasannya, lokalisasi itu tidak bagus.

"Itu kehinaan. Negara terhina membiarkan hal-hal seperti itu," ujar Mahfud MD kepada wartawan di Rumah Polonia, Jakarta Timur, Sabtu (14/6).

Mantan ketua MK itu menuturkan, lokalisasi yang dibiarkan di masyarakat itu sangat murahan. "Kan malu kita. Rumah seperti itu diisi anak-anak SMP-SMA. Bukan kelas mencari kehidupan ekonomi," katanya.

Karena itu, ia mendukung penuh agar Dolly dibubarkan dan dicari alternatif lain oleh negara terkait dampak sosial akibat penutupan itu. "Hal-hal yang sudah jelas kayak gitu kok malah dilokalisasi," katanya.[ROL/Islamedia/YL]
sumber http://muslimina.blogspot.com/2014/06/kubu-prabowo-hatta-dukung-tempat.html

Read More »
09.01 | 0 komentar

Debat, Prabowo: Silakan Asing Masuk RI, Tapi Bawa Uang Sendiri

Prabowo Subianto
Prabowo Subianto mengusung ekonomi kerakyatan dalam debat kedua soal pembangunan dan ekonomi kesejahteraan sosial. Mengapa dan bagaimana itu bisa diwujudkan? Dan, bagaimana soal investasi sesuai konteks ekonomi kerakyatan, mengingat kini asing sangat mendominasi. Ini jawaban Prabowo.

Debat kedua yang digelar mulai pukul 20.00 WIB, Minggu 15 Juni 2014, dipandu moderator dari Universitas Brawijaya, Ahmad Erani Yustika.

Ekonomi kerakyatan, kata Prabowo, merupakan ekonomi jalan tengah, yang berdasarkan Pasal 33 UUD 1945 bahwa perekonomian kita harus berasaskan kerakyatan. Dengan kata lain, sumber ekonomi yang menguasai hajat hidup orang banyak harus dikuasai oleh negara.

"Jadi, ekonomi harus ditujukan pada penguatan dan pemberdayaan kekuatan rakyat, tak hanya pertumbuhan," kata Prabowo.

Pemerintah, ujar dia, harus menjamin kesejahteraan rakyat, terutama masyarakat tertinggal. "Ini bedanya dengan neoliberal bahwa pemerintah kadang-kadang hanya wasit. Di kita tidak, pemerintah harus turun tangan, harus bela rakyat," kata dia.

Soal investasi, Prabowo menegaskan, pihaknya selalu terbuka. Dia selalu mendukung investasi asing, tetapi tentunya tidak boleh mematikan ekonomi rakyat. Pemerintah harus memperkuat koperasi dan Usaha Kecil Menengah.

"Kita harus alirkan dana lebih, yang masif, tidak tanggung-tanggung untuk kesejahteraan rakyat," kata dia.

Soal ini, kata dia, sudah dirintis pemeritah SBY dalam bentuk KUR, PNPM dan dana bergulir. Dana bergulir Rp5 triliun, ujar dia, bisa menghidupkan 12 juta orang.

"Jadi, kita tidak anti investasi asing. Silakan ke Indonesia, tetapi bawa uang, jangan pakai uang Indonesia. Jadi, silakan masuk, bawa uang sendiri," kata dia. (asp)


© VIVA.co.id

Read More »
08.58 | 0 komentar

MENGAPA PRABOWO 'DITAKUTI' OLEH SEBAGIAN JENDERAL?

"MENGAPA PRABOWO 'DITAKUTI' OLEH SEBAGIAN JENDERAL?"
MENANGIS ANDA MEMBACA INI KAWAN...!!!
Ok banyak yang minta topik kenapa Prabowo ditakuti sebagian jendral hingga mrka mau gagalkannya sgla cara ya
1. Kita bahas fakta knpa prabowo08 ditakuti sbgian jenderal purn ? Bgtu takutnya mreka shgga cari cara utk gagalkan 08
2. Prabowo biasa dipanggil "08" atau koslap (kosong lapan, Danjen Kopassus ke - 8) memang beda dgn jenderal2 lain. Dia punya keistimewaan
3. Kita tahu dari fakta sejarah, Prabowo Subianto adalah mantan menantu Pak Harto, Presiden RI yang sangat berkuasa selama 32 tahun
4. Kita tahu, Prabowo adalah perwira TNI paling cermerlang di jaman Pak Harto berkuasa. Saking cemerlangnya, dia diambil jadi mantu Presiden
5. Kami sdh infokan kemarin, bhw Prabowo menikah dgn Titiek Hediato Hariadi Suharto thn 1983 karena dimakcomblangi Jendral Benny Moerdani
6. Saat itu Mayor Prabowo staf khusus Menhamkam/Pangab Jend Moerdani. Prabowo jadi menantu, sukses di semua penugasan, karirnya melejit
7. Prabowo dlm usia 46 tahun sudah berpangkat Letjen dgn jabatan Pangkostrad. Namun, bukan semua itu yg membuat Prabowo ditakuti jendral2
8. Prabowo ditakuti sebagian jenderal karena :
"HE KNOWS TOO MUCH"
Dia tahu terlalu banyak
Mengenai apa ?
Mari kita urai semuanya
9. Prabowo tahu terlalu banyak tentang :
1. Siapa2 saja jenderal yang kekayaannya tidak wajar
2. Tahu dari mana asalnya, siapa cukongnya
10.
3. Prabowo tahu sisi kelam /catatan kejahatan /kelemahan/ dosa2/ integritas para jendral itu
4. Prabowo tahu sejarah mereka
11.
5. Prabowo tahu jenderal mana yang benar loyal pada negara
6. Prabowo tahu jenderal mana penjual negara, pengkhinat
12.
7. Prabowo tahu jenderal mana yang jenderal salon, tak pernah perang, penakut, pengecut.
8. Tahu siapa jenderal kacung mafia cina
13.
9. Prabowo tahu siapa jenderal yg suka bocorkan & jual informasi rahasia negara ke negara asing
10. Tahu jendral mana piaraan asing
14.
11. Prabowo tahu jendral mana yang jadi beking mafia kayu, mafia tambang, mafia penyelundupan BBM bersubsidi, mafia pencurian ikan dst
15.
12. Prabowo tahu jenderal2 pemilik tambang & HPH Ilegal
13. Tahu jenderal2 tukang cuci uang haram
14. Tahu dimana uang tsb disimpan
16. Prabowo tahu siapa jenderal2 yg terlibat rekayasa penculikan, penghilangan, pembunuhan 13 warga yang mendompleng ops Tim Mawar 1998
17. Banyak lagi rahasia hitam, kebusukan para jend purn itu yang diketahui Prabowo . Knpa dia bisa tahu info RHS yg orang lain tdk tahu?
18. Karena : 1. Prabowo adalah menantu presiden yang ketika perseteruannya dgn LB Moerdani terjadi pada 1985 - 1998 : PERAN PRABOWO SENTRAL
19. Ketika Pak Harto temukan bukti2 Moerdani benar telah merencanakan rekayasa konfrontasi Suharto vs Islam, Pak Harto percayai Prabowo
20. Pak Harto percayai Prabowo pada mulanya sebatas pemberi saran thdp kebijakan2 Pak Harto di ABRI saja, termasuk promosi perwira ABRI
21. Meski peran Prabowo awalnya sebatas saran pada Pak Harto terkait ABRI, namun hampir semua pati ABRI saat itu promosi berkat Prabowo
22. Di luar perwira ABRI Genk Moerdani, semua kolonel & jenderal di ABRI tdk luput dr pantauan, keterlibatan, bantuan Prabowo dlm promosinya
23. Silahkan tanya jend2 tua yg dulu msh aktif di jaman Pak Harto 1985-1998, apakah mrka bisa promosi jadi jendral tnpa bantuan Prabowo?
24. Jawabnya : BISA ! Tapi hanya segelintir. Yakni para perwira binaan Moerdani (yg anti islam, islam phobia) dan "perwira tertentu"
25. Perwira tertentu itu adalah perwira2 yg atas pengamatan dan pantau Pak Harto sendiri, dinilai cakap dan layak promosi. Jmlhnya ga banyak
26. Pasca Pak Harto Mualaf dan naik haji, peran Prabowo jauh lebih besar sampai ke ranah politik. Periode itu tahun 1990-1998
27. Prabowo mendapat kepercayaan luar biasa besar dari Pak Harto sampai ke masalah2 politik, termasuk pembinaan tokoh2 islam
28. Banyak kader2 pemuda Islam yg kini jadi tokoh besar di bidangnya masing2 yg berutang jasa besar kepada Prabowo. Apakah mereka ingat?
29. Puluhan bahkan mungkin ratusan tokoh Islam dulu "dibantu dibesarkan" Prabowo dgn buka akses ke Pak Harto, Cendana, Politik, bisnis dll
30. Kita sebut saja contohnya: Din Syamsudin, Yusril Ihza Mahendra, Idrus Marham, Jimly Assidiqie, Hadjrianto Tohari, dll. Panjang daftarnya
31. Knpa sbgan dr mereka kini mlah tdk dekat, ada yg musuhi Prabowo ?
1. Salah paham
2. Emang bejat ga tahu diri hehe
3. Mental khianat
32. Para jendral dan sebagian tokoh sipil Indonesia yang kini bersatu menjegal prabowo dgn segala cara : takut hukuman, takut balas dendam
33. Mereka kenal Prabowo, tahu sifat & karakter Prabowo yg tdk mentolerir perbuatan /tindakan pengkhianatan thdp negara. Mrka takut sama 08
34. Prabowo memang tokoh unik, hasil psikotes thdp dirinya : Ultra Patriotik. IQ : 152 (jenius).
Orang ini = BERBAHAYA BAGI MUSUH NEGARA
35. Salah satu contoh bukti ultra patriotiknya Prabowo adalah obsesinya mau jadi presiden RI. Otak & hatinya panas melihat RI tersia2kan
36. Padahal untuk apa Prabowo yg sdh kaya raya, punya usaha dimana2, punya sahabat dan teman para Raja, capek2 mau jadi Presiden Indonesia?
37. Bayangkan usaha Prabowo utk jadi Presiden, dia terpaksa berhadapan dgn semua musuhnya yg bersatu melawan dia. Ga peduli. Maju terus
38. Prabowo sdh 3 kali berusaha jadi presiden/wapres : 1. Konvensi Golkar 2004, Pilpres 2009 bersama Mega dan 2014 bersama Hatta Rajasa
39. Ketika ditanya kenapa Prabowo ngotot jd Presiden ? Jawabnya tegas. Mau Wujudkan Indonesia Raya !!
Apakah motif Prabowo itu menakutkan?
40. Ya ! Maksud Prabowo jadi Presiden utk "Mewujudkan Indonesia Raya" itu benar2 menakutkan bagi : Musuh2 negara, aseng, asing, antek !
41. Kenapa? Karena karakter Prabowo itu keras, satu kata dan perbuatan, konsekwen, tekad baja. Kalau dia jd presiden, musuh2 negara : MATI !
42. Setidak2nya, para musuh negara itu, jendral2 korup itu, antek asing aseng dan beking mafia itu, kabur duluan, ditangkap atau tiarap !
43. Sebaliknya, jk jokowi jd presiden, semua bandit2/ mafia, asing, aseng, antek : pesta pora, bersuka cita : Indonesia jadi BANCAKAN MEREKA
44. Itu sebabnya, sungguh mengherankan kok masih ada saja segelitir rakyat, mata dan hatinya tertutup. Bodoh? Bayaran? Antek? Atau gila?
45. Pilpres 2014 adalah pertarungan antara :
Patriot Vs Pengkhianat
Pahlawan vs Penjahat
Guru vs Murid Murtad
Manusia vs Setan Laknat !!
Add fb @Berto Leonard utk mendapatkan info2 yg ter Update…!!
SEBARKAN KE SELURUH PELOSOK INDONESIA...MERDEKA BUNG...!! — bersama Kamaruzzaman Debby dan 6 lainnya.
Foto: "MENGAPA PRABOWO 'DITAKUTI' OLEH SEBAGIAN JENDERAL?"
MENANGIS ANDA MEMBACA INI KAWAN...!!!
Ok banyak yang minta topik kenapa Prabowo ditakuti sebagian jendral hingga mrka mau gagalkannya sgla cara ya
1. Kita bahas fakta knpa prabowo08 ditakuti sbgian jenderal purn ? Bgtu takutnya mreka shgga cari cara utk gagalkan 08
2. Prabowo biasa dipanggil "08" atau koslap (kosong lapan, Danjen Kopassus ke - 8) memang beda dgn jenderal2 lain. Dia punya keistimewaan
3. Kita tahu dari fakta sejarah, Prabowo Subianto adalah mantan menantu Pak Harto, Presiden RI yang sangat berkuasa selama 32 tahun
4. Kita tahu, Prabowo adalah perwira TNI paling cermerlang di jaman Pak Harto berkuasa. Saking cemerlangnya, dia diambil jadi mantu Presiden
5. Kami sdh infokan kemarin, bhw Prabowo menikah dgn Titiek Hediato Hariadi Suharto thn 1983 karena dimakcomblangi Jendral Benny Moerdani
6. Saat itu Mayor Prabowo staf khusus Menhamkam/Pangab Jend Moerdani. Prabowo jadi menantu, sukses di semua penugasan, karirnya melejit
7. Prabowo dlm usia 46 tahun sudah berpangkat Letjen dgn jabatan Pangkostrad. Namun, bukan semua itu yg membuat Prabowo ditakuti jendral2
8. Prabowo ditakuti sebagian jenderal karena :
"HE KNOWS TOO MUCH"
Dia tahu terlalu banyak
Mengenai apa ?
Mari kita urai semuanya
9. Prabowo tahu terlalu banyak tentang :
1. Siapa2 saja jenderal yang kekayaannya tidak wajar
2. Tahu dari mana asalnya, siapa cukongnya
10.
3. Prabowo tahu sisi kelam /catatan kejahatan /kelemahan/ dosa2/ integritas para jendral itu
4. Prabowo tahu sejarah mereka
11.
5. Prabowo tahu jenderal mana yang benar loyal pada negara
6. Prabowo tahu jenderal mana penjual negara, pengkhinat
12.
7. Prabowo tahu jenderal mana yang jenderal salon, tak pernah perang, penakut, pengecut.
8. Tahu siapa jenderal kacung mafia cina
13.
9. Prabowo tahu siapa jenderal yg suka bocorkan & jual informasi rahasia negara ke negara asing
10. Tahu jendral mana piaraan asing
14.
11. Prabowo tahu jendral mana yang jadi beking mafia kayu, mafia tambang, mafia penyelundupan BBM bersubsidi, mafia pencurian ikan dst
15.
12. Prabowo tahu jenderal2 pemilik tambang & HPH Ilegal
13. Tahu jenderal2 tukang cuci uang haram
14. Tahu dimana uang tsb disimpan
16. Prabowo tahu siapa jenderal2 yg terlibat rekayasa penculikan, penghilangan, pembunuhan 13 warga yang mendompleng ops Tim Mawar 1998
17. Banyak lagi rahasia hitam, kebusukan para jend purn itu yang diketahui Prabowo . Knpa dia bisa tahu info RHS yg orang lain tdk tahu?
18. Karena : 1. Prabowo adalah menantu presiden yang ketika perseteruannya dgn LB Moerdani terjadi pada 1985 - 1998 : PERAN PRABOWO SENTRAL
19. Ketika Pak Harto temukan bukti2 Moerdani benar telah merencanakan rekayasa konfrontasi Suharto vs Islam, Pak Harto percayai Prabowo
20. Pak Harto percayai Prabowo pada mulanya sebatas pemberi saran thdp kebijakan2 Pak Harto di ABRI saja, termasuk promosi perwira ABRI
21. Meski peran Prabowo awalnya sebatas saran pada Pak Harto terkait ABRI, namun hampir semua pati ABRI saat itu promosi berkat Prabowo
22. Di luar perwira ABRI Genk Moerdani, semua kolonel & jenderal di ABRI tdk luput dr pantauan, keterlibatan, bantuan Prabowo dlm promosinya
23. Silahkan tanya jend2 tua yg dulu msh aktif di jaman Pak Harto 1985-1998, apakah mrka bisa promosi jadi jendral tnpa bantuan Prabowo?
24. Jawabnya : BISA ! Tapi hanya segelintir. Yakni para perwira binaan Moerdani (yg anti islam, islam phobia) dan "perwira tertentu"
25. Perwira tertentu itu adalah perwira2 yg atas pengamatan dan pantau Pak Harto sendiri, dinilai cakap dan layak promosi. Jmlhnya ga banyak
26. Pasca Pak Harto Mualaf dan naik haji, peran Prabowo jauh lebih besar sampai ke ranah politik. Periode itu tahun 1990-1998
27. Prabowo mendapat kepercayaan luar biasa besar dari Pak Harto sampai ke masalah2 politik, termasuk pembinaan tokoh2 islam
28. Banyak kader2 pemuda Islam yg kini jadi tokoh besar di bidangnya masing2 yg berutang jasa besar kepada Prabowo. Apakah mereka ingat?
29. Puluhan bahkan mungkin ratusan tokoh Islam dulu "dibantu dibesarkan" Prabowo dgn buka akses ke Pak Harto, Cendana, Politik, bisnis dll
30. Kita sebut saja contohnya: Din Syamsudin, Yusril Ihza Mahendra, Idrus Marham, Jimly Assidiqie, Hadjrianto Tohari, dll. Panjang daftarnya
31. Knpa sbgan dr mereka kini mlah tdk dekat, ada yg musuhi Prabowo ?
1. Salah paham
2. Emang bejat ga tahu diri hehe
3. Mental khianat
32. Para jendral dan sebagian tokoh sipil Indonesia yang kini bersatu menjegal prabowo dgn segala cara : takut hukuman, takut balas dendam
33. Mereka kenal Prabowo, tahu sifat & karakter Prabowo yg tdk mentolerir perbuatan /tindakan pengkhianatan thdp negara. Mrka takut sama 08
34. Prabowo memang tokoh unik, hasil psikotes thdp dirinya : Ultra Patriotik. IQ : 152 (jenius).
Orang ini = BERBAHAYA BAGI MUSUH NEGARA
35. Salah satu contoh bukti ultra patriotiknya Prabowo adalah obsesinya mau jadi presiden RI. Otak & hatinya panas melihat RI tersia2kan
36. Padahal untuk apa Prabowo yg sdh kaya raya, punya usaha dimana2, punya sahabat dan teman para Raja, capek2 mau jadi Presiden Indonesia?
37. Bayangkan usaha Prabowo utk jadi Presiden, dia terpaksa berhadapan dgn semua musuhnya yg bersatu melawan dia. Ga peduli. Maju terus
38. Prabowo sdh 3 kali berusaha jadi presiden/wapres : 1. Konvensi Golkar 2004, Pilpres 2009 bersama Mega dan 2014 bersama Hatta Rajasa
39. Ketika ditanya kenapa Prabowo ngotot jd Presiden ? Jawabnya tegas. Mau Wujudkan Indonesia Raya !!
Apakah motif Prabowo itu menakutkan?
40. Ya ! Maksud Prabowo jadi Presiden utk "Mewujudkan Indonesia Raya" itu benar2 menakutkan bagi : Musuh2 negara, aseng, asing, antek !
41. Kenapa? Karena karakter Prabowo itu keras, satu kata dan perbuatan, konsekwen, tekad baja. Kalau dia jd presiden, musuh2 negara : MATI !
42. Setidak2nya, para musuh negara itu, jendral2 korup itu, antek asing aseng dan beking mafia itu, kabur duluan, ditangkap atau tiarap !
43. Sebaliknya, jk jokowi jd presiden, semua bandit2/ mafia, asing, aseng, antek : pesta pora, bersuka cita : Indonesia jadi BANCAKAN MEREKA
44. Itu sebabnya, sungguh mengherankan kok masih ada saja segelitir rakyat, mata dan hatinya tertutup. Bodoh? Bayaran? Antek? Atau gila?
45. Pilpres 2014 adalah pertarungan antara :
Patriot Vs Pengkhianat
Pahlawan vs Penjahat
Guru vs Murid Murtad
Manusia vs Setan Laknat !!
Add fb @Berto Leonard utk mendapatkan info2 yg ter Update…!!
SEBARKAN KE SELURUH PELOSOK INDONESIA...MERDEKA BUNG...!!

Read More »
08.45 | 0 komentar

22 Mei 2014

KESAKSIAN SUMITRO TENTANG PRABOWO


Mitro - Bio Crop Outer copy

Soeharto memendam prasangka buruk bahwa Prabowo bersama-sama Habibie sedang menggalang persekongkolan untuk menumbangkannya. Sebagaimana tradisi dalam riwayat raja-raja Mataram yang dikudeta oleh kalangan istana sendiri, maka “putra mahkota” Prabowo agaknya tengah mengatur siasat untuk mendongkel sang raja, Soeharto. Cerita-cerita semacam ini sudah beredar luas sedari awal tahun 1998 dan menjadi bahan spekulasi politik yang semakin panas di kalangan masyarakat. Menurut Sumitro, dalam hal ini Soeharto rupanya telah termakan isu yang diembuskan putra-putrinya—yang di hari-hari terakhir memiliki hubungan yang semakin buruk dengan Prabowo.
Cerita-cerita miring boleh jadi meluas dengan cepat, sebab diketahui bahwa di luar istana terdapat pula sebarisan perwira tinggi ABRI yang memandang dengan penuh perasaan cemburu terhadap karier Letjen Prabowo yang menanjak dengan pesat. “Kenaikan pangkat yang cepat dari anak saya itu sudah jelas mengundang ketidaksenangan bagi beberapa orang. Kondisi kecemburuan seperti ini sudah merupakan sifat umum dari manusia di manapun.[1]
Salah satunya yang tidak lagi menyembunyikan rasa bencinya terhadap Prabowo ialah Pangab Jenderal Wiranto. Bersama kelompoknya, niscaya Wiranto dalam posisi terus mengintai, dan bahkan mungkin sebagai pihak yang berusaha mengambil inisiatif. Ia tentu tak menyia-nyiakan kesempatan begitu melihat ada peluang agar dapat menghempaskan Prabowo. Wiranto di sekitar tanggal 21 Mei 1998 kabarnya mengeluh kepada mantan Presiden/Pangti Soeharto mengenai pergerakan Prabowo. Mendengar keluhan itu, Soeharto langsung “menginstruksikan” agar Prabowo segera dilepaskan dari pasukan. “Copot saja Prabowo dari Kostrad!” Wiranto, masih menurut sumber yang sangat dipercaya pula, konon sempat bertanya lagi apakah Prabowo harus dilempar ke teritorial, ke Irian Jaya, atau entah ke mana? “Ndak usah, kasih saja pendidikan. Bukankah keluarganya intelektual,” ser­gah Soeharto, tampaknya ia hendak menyindir keluarga Sumitro.
Malam hari sebelum pengumuman, Prabowo menelepon kepada ayahnya memberitahu bahwa ia akan disingkirkan. “Saya dikhianati,” kata Prabowo. Oleh siapa? “Papi nggak percaya kalau saya bilang, saya dikhianati oleh mertua. Dia bilang kepada Wiranto, singkirkan saja Prabowo dari pasukan,” tambah Prabowo.
Prabowo tentu saja sangat kecewa dengan perlakuan keluarga Cendana. Untuk membela diri, Prabowo menulis surat kepada Soeharto. Tapi, justru surat Prabowo itu dinilai tak pantas oleh keluarga Cendana.
Tanggal 25 Mei 1998: Letjen Prabowo Subianto resmi dicopot dari Pangkostrad, dan dikirim ke Bandung untuk menjadi Komandan Sesko ABRI. Tak berapa lama, setelah pemeriksaan Dewan Kehormatan Perwira (DKP), bahkan karier militer Prabowo diakhiri oleh Wiranto. Akhirnya, Prabowo memutuskan untuk memilih menjadi pengusaha di luar negeri, guna menyusun hidup yang baru. Sebelum berangkat, ia sempat melapor kepada Pangab Jenderal TNI Wiranto, dan kala itu Wiranto sempat berkomentar singkat, “Ya, sudah pergi saja ke luar, tak apa-apa. Jauhkan pikiran kamu dari Mahmil!”

prabowo007
Menyaksikan tragedi yang menimpa Prabowo, tentu saja sebagai orang tua, Sumitro menganggap itu sebagai cobaan yang berat dalam kehidupan. Tapi, itu tidak lantas membuat keluarga ini harus merasa terpukul apalagi terpuruk. Dengan suara tetap lantang dan tenang Sumitro berkata, “Prabowo mesti tetap tabah dan lebih kuat lagi. Masalahnya bukan ia dipukul, tapi bagaimana ia bisa bertahan. Saya bangga Prabowo tabah. Ujian buat saya dan isteri saya dalam kehidupan jauh lebih dari itu, habis dari menteri lalu tiba-tiba jatuh jadi buronan, ha..ha..ha!”
Kepada Prabowo, Sumitro cuma berujar singkat, “Begini, sekarang kamu dijadikan sasaran macam-macam. Jangan harapkan teman-teman kamu sendiri akan membantu. Orang yang berhutang budi terhadap kamu pun bakal meninggalkan kamu. Tapi, dalam keadaan segelap apa pun niscaya masih ada orang-orang baru yang akan membantu. Jadi harus tabah. Kedua, jangan merasa kasihan pada dirimu sendiri, jangan menjadi dendam, ini kehidupan sendiri, hadapilah!” kata Sumitro seraya mengingatkan bahwa Sumitro sudah beberapa kali mengalami hal serupa bahkan yang lebih buruk dari itu.

Di depan DKP, Prabowo mengungkapkan mengenai daftar sembilan aktivis yang harus diculik yang ia dapat dari atasannya, seraya mengatakan bahwa kesembilan orang itu menjadi tanggung jawabnya dan telah ia lepaskan serta semuanya masih hidup.

… Berarti yang mesti ditelusuri lebih jauh ialah siapakah yang memberi perintah kepada Prabowo untuk menculik, KSAD-kah, Pangab atau Pangti-kah?

Tindakan pertama ABRI segera setelah Soeharto lengser ialah berusaha mengungkap kasus penculikan para aktivis pro-demokrasi. Begitu Pangab Jenderal TNI Wiranto mengumumkan tujuh oknum anggota Kopassus sebagai tersangka kasus penculikan, banyak pihak memuji langkah tersebut, menilai bahwa ABRI tengah menuju perkembangan yang menggembirakan, karena sudah mulai transparan jika ada anggotanya terlibat dalam perkara besar.[2]
Wiranto lantas seakan-akan hendak memuaskan tuntutan masyarakat dengan membentuk Dewan Kehormatan Perwira (DKP), yang diketuai Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Subagyo H.S. DKP kemudian memeriksa Letnan Jenderal Prabowo Subianto, Mayor Jenderal Muchdi P.R. dan Kolonel Chairawan. Hasilnya, Prabowo Subianto diakhiri masa dinasnya (istilah lain dari diberhentikan dengan hormat) di ABRI. Sedangkan, Muchdi dan Chairawan dibebaskan dari semua tugas dan jabatan struktural di ABRI. Mereka terkena sanksi sehubungan dengan kasus penculikan yang dilakukan oleh Tim Mawar Kopassus, antara bulan Februari 1998 hingga Maret 1998. Tercatat belasan aktivis pro-demokrasi diculik, tiga di antaranya dapat meloloskan diri, yaitu Desmond Mahesa, Pius Lustrilanang, dan Nezar Patria.
Namun belakangan terbukti bahwa langkah Wiranto tersebut lebih bermakna politis—kalau tidak boleh dikatakan mengelabui publik—ketimbang kesungguhan institusi ABRI sendiri untuk mengungkap satu per satu kasus yang mengemuka di masyarakat, sebagai cermin kesungguhan ABRI untuk memperbaiki citra buruk dirinya. Kasus orang hilang sampai sekarang tidak terjawab tuntas. Padahal, Prabowo sudah mengakui perbuatannya. Di depan DKP, Prabowo mengungkapkan mengenai daftar sembilan aktivis yang harus diculik yang ia dapat dari atasannya, seraya mengatakan bahwa kesembilan orang itu menjadi tanggung jawabnya dan telah ia lepaskan serta semuanya masih hidup.[3] Bahkan, Haryanto Taslam kabarnya mengakui bahwa ia masih hidup karena Prabowo yang melepaskan.
Mengapa setelah DKP memeriksa Prabowo dan kawan-kawannya, pengusutan kasus penculikan lantas berhenti. Bukankah yang bersangkutan sudah bersedia dan menyatakan lebih senang bila kasusnya diselesaikan di mahkamah militer, sebagaimana keinginan masyarakat luas yang sangat berharap agar kasus ini dapat dituntaskan di mahkamah militer.[4] Dalam kamus tentara tentu saja mustahil ada operasi tanpa perintah atasan. Atau dengan kata lain, tidaklah mungkin seorang tentara berani mengambil inisiatif untuk melakukan operasi militer tanpa diperintah atasannya, apa pun pangkatnya. Berarti yang mesti ditelusuri lebih jauh ialah siapakah yang memberi perintah kepada Prabowo untuk menculik, KSAD-kah, Pangab atau Pangti-kah? Dengan mengikuti alur pertanyaan ini, maka tidak dilanjutkannya kasus Prabowo ke mahkamah militer adalah karena bila diungkap maka kemungkinan akan melibatkan banyak jenderal atau membongkar rahasia di Angkatan Darat sendiri.

Gedung_DPR_mei_1998

Di sini segera terlihat jelas muatan politis (baca: taktik dan tipu daya) dari langkah Wiranto. Pertama, ia berusaha merebut simpati publik dengan cara mengajukan sejumlah oknum Kopassus tadi dan bila perlu tidak segan-segan menjatuhi mereka hukuman.[5] Jadi, jatuhnya vonis hukuman buat anggota Tim Mawar seakan-akan hanya bermaksud menyenangkan publik. Tak terhindarkan muncul kesan bahwa ketujuh anggota Kopassus itu menjadi pihak yang dikorbankan. Penilaian ini didasarkan pada logika dalam kemiliteran bahwa tidak mungkin seorang berpangkat mayor dapat mengambil inisiatif sendiri atas suatu operasi.[6]
Kedua, dengan menangani lebih dahulu dan sesegera mungkin kasus penculikan yang melibatkan Prabowo, berarti terbuka luas kesempatan bagi Wiranto untuk menggeser Prabowo. Dan memang kelak, melalui temuan-temuan yang diperoleh DKP (Dewan Kehormatan Perwira), Wiranto punya alasan kuat untuk menamatkan karier Prabowo Subianto di milker. Ketika kemudian penyelidikan atas kasus ini seakan- akan terhenti, dengan tanpa melacak lebih lanjut ke tingkat yang lebih tinggi guna mencari tabu siapa yang memberi perintah kepada Prabowo, publik segera sadar bahwa pengungkapan kasus penculikan semata-mata mempunyai sasaran tunggal: yakni menggeser Prabowo.

“Saya rasa, keadilan terhadap perihal Prabowo Subianto terlihat kabur dan ngawur, karena seakan-akan segala tenaga menghujat terpusat pada Kopassus dan Prabowo Subianto. Mengapa segala sesuatu berada di pundaknya? Padahal, kita semua tahu banyak kesatuan lain dan perwira tinggi lain yang terlibat di situ.”

Setelah berhasil menyingkirkan Prabowo, Jenderal TNI Wiranto kemudian dengan leluasa melakukan konsolidasi (baca: pergeseran-pergeseran personel) di dalam tubuh TNI. Langkah tersebut dinilai banyak kalangan sebagai upaya membersihkan tubuh ABRI dari pengaruh Prabowo.[7]Puncak upaya marginalisasi para perwira yang dekat dengan Prabowo ialah dilakukannya mutasi besar-besaran 100 perwira ABRI pada 4 Januari 1999. Dengan demikian, Jenderal Wiranto telah melakukan usaha-usaha serius dan sistematis guna menyingkirkan Prabowo dan kelompoknya, di mana upaya pengungkapan kasus penculikan aktivis sebagai entry point-nya.
“Saya rasa, keadilan terhadap perihal Prabowo Subianto terlihat kabur dan ngawur, karena seakan-akan segala tenaga menghujat terpusat pada Kopassus dan Prabowo Subianto. Mengapa segala sesuatu berada di pundaknya? Padahal, kita semua tahu banyak kesatuan lain dan perwira tinggi lain yang terlibat di situ.” kata Sumitro suatu waktu kepada wartawan.[8] Sumitro mengeluarkan uneg-unegnya karena menyaksikan bahwa isi pemberitaan dari kalangan media cetak dan elektronika sudah termakan black propaganda yang diembuskan oleh pihak tertentu. Kalangan media massa banyak mengembangkan opini dari sumber-sumber yang obyektivitasnya diragukan. Dengan demikian, harapan akan keadilan dan sense of fair treatment masih kurang.
Sumitro mengatakan, dirinya menghargai dan menghormati Prabowo Subianto sebagai ksatria, serta berani mengambil tanggung jawab jika dalam melaksanakan tugasnya ada kesalahan. “Namun, tak boleh lupa, ada atasannya. Bahwa kalau ada penyimpangan di dalam ABRI maka ada dua tingkat atasannya yang harus tahu.”
Ayah Prabowo juga mengemukakan keheranannya mengapa pada tanggal 14 Mei 1998, Pangab Jenderal TNI Wiranto tetap ngotot untuk memberangkatkan semua jenderal penting ke Malang guna menghadiri upacara peralihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) dari Divisi I ke Divisi II, padahal sudah ada info bahwa bakal ada kerusuhan. Prabowo pun telah mengingatkan bahwa akan terjadi sesuatu, sehingga berpendapat agar Pangab dan jenderal-jenderal yang menjabat posisi-posisi strategis—seperti Kasad, Danjen Kopassus, dan juga dirinya (Pangkostrad)—agar tidak pergi ke Malang. Prabowo mengatakan apakah tidak sebaiknya ia berada di Jakarta untuk berjaga-jaga membantu Pangdam Mayjen Sjafrie Sjamsuddin. Namun, Wiranto tetap bersikeras bahwa semua harus berangkat meninggalkan Jakarta! Ini berarti mengorbankan keamanan Jakarta, untuk sebuah acara tak begitu penting di Malang, sebab penyerahan pasukan di Malang sebenarnya cukup dilakukan oleh Panglima Divisi! Padahal pada tanggal 12 Mei 1998 di Jakarta Barat sudah terjadi kerusuhan. Keadaan di Jakarta dengan cepat memburuk akibat jatuhnya korban tertembaknya mahasiswa Trisakti.

mei 1998

Seorang sumber harian Berita Buana[9] menyebutkan bahwa Prabowo berani mengingatkan Wiranto—bahkan konon mengusulkan agar acara di Malang ditunda[10]— karena dirinya mendapat informasi dari Kedutaan AS bahwa akan terjadi gerakan sejuta massa di Jakarta.
Singkat cerita, dalam desain rekayasa itu (kalau memang benar itu ada), Mabes ABRI tetap pada rencana semula: acara di Malang jalan terus! Pangab akan tetap hadir, Pangkostrad hadir juga, KSAD juga turut ke sana. Padahal, dalam keterangannya kepada TGPF, Kepala BIA menegaskan bahwa karena peristiwa penembakan di Trisakti, semua pasukan harus siaga satu![11]
Mengenai hal ini, Sumitro menilai sikap Wiranto sangatlah janggal dan menduga keras tersembunyi maksud-maksud terselubung mengapa ia “mengungsikan” para pimpinan pasukan ke luar Jakarta. Mengapa hanya Sjafrie yang disisakan di Jakarta dengan jumlah pasukan sedikit? Apakah ini sudah didesain? Bagi Sumitro hal inilah yang harus diusut tuntas guna menyingkap misteri tebal di seputar kerusuhan 13-15 Mei 1998. [Sumitro menilai sungguh aneh rekomendasi yang dikemukakan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) agar pemerintah mengusut pertemuan berbagai tokoh tanggal 14 Mei 1998 di Makostrad].
Pertanyaan selanjutnya, kelompok manakah yang membuat rekayasa sehingga dengan sengaja menyebabkan jatuhnya martir pada peristiwa penembakan mahasiswa Trisakti, yang terbukti sangat berperanan dalam memanaskan gerakan massa?
Pagi hari tanggal 14 Mei 1998, rombongan jenderal melenggang ke Malang. Di saat yang sama kerusuhan sudah meletus di Jakarta! Dan, baru pukul 12.30 rombongan tiba di Jakarta, saat situasi sudah sangat terlambat, sudah banyak gedung yang dibakar massa, sebagian Jakarta sudah hangus! Ketika Jakarta benar-benar porak-poranda, masyarakat dibuat keheranan karena Ibu Kota seakan-akan lowong tanpa adanya penjagaan pasukan sama-sekali, sehingga kerusuhan dengan cepat meluas. Hasil rekayasa siapakah ini?
+++
“Jelas sudah, dalam soal ini satu dari dua orang itu: Habi­bie atau Wiranto, pasti berdusta!” tegas Sumitro…

Presiden transisi B.J. Habibie di depan Forum Editor Asia-Jerman II di Istana Merdeka, tanggal 15 Februari 1999 mengatakan, bahwa sehari setelah Soeharto tumbang, Prabowo melakukan konsentrasi pasukan. “Pasukan di bawah komando seseorang, yang namanya tidak usah disembunyikan lagi, Jenderal Prabowo, sedang mengkonsentrasikan di beberapa tempat termasuk di rumah saya,” ucap Habibie.
Anehnya, keterangan Habibie itu langsung dibantah oleh Pangab Jenderal TNI Wiranto, dengan mengatakan bahwa keberadaan pasukan itu sesuai dengan prosedur tetap: mengamankan presiden dan wapres di saat genting. Padahal, dalam pernyataannya Habibie menyebutkan bahwa informasi tersebut bersumber dari Wiranto. Mantan Pangdam Jaya Syafrie Sjamsuddin, memastikan bahwa itu bukan pasukan Kostrad, melainkan pasukan Kopassus. Dalam briefing Pangab di Markas Komando Garnisun, 14 Mei 1998, Pangab memerintahkan kepada Pangkostrad Prabowo untuk mengamankan instalasi-instalasi vital. Dankoman (Komandan Korps Marinir) diperintahkan mengamankan konsulat dan kedubes, sedangkan Danjen Kopassus disuruh mengamankan RI-1 dan RI-2. Semua tugas itu di bawah kendali Pangkoops Jaya Mayjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin.[12]
“Jelas sudah, dalam soal ini satu dari dua orang itu: Habi­bie atau Wiranto, pasti berdusta!” tegas Sumitro, seraya menambahkan ia tidak tahu apa maksud Habibie melontarkan isu semacam itu. Sumitro menceritakan pula bahwa sewaktu Habibie terpilih untuk memangku jabatan Wakil Presiden RI, Habibie secara khusus datang menemui Sumitro untuk mohon doa restunya agar ia dapat menjalankan tugas yang dipercayakan tersebut dengan sebaik-baiknya. Oleh sebab itu, Sumitro sangat kecewa atas pernyataan-pernyataan Habibie yang selalu mendiskreditkan Prabowo. Sumitro juga membantah isue bahwa Prabowo sempat memaksakan niat menjadi Kepala Staf Angkatan Darat, bahkan Panglima ABRI.
“Itu cuma black propaganda yang dilancarkan oleh orang-orang yang membenci Prabowo. Anda sekarang sudah bisa menduga-duga siapa-siapa orang tersebut. Dan, terutama saya yakin dugaan Anda pasti tepat!” tutur Sumitro.

*) Dicuplik dari buku Aristides Katoppo, dkk., Sumitro Djojohadikusumo: Jejak Perlawanan Begawan Pejuang (Jakarta: Sinar Harapan, 2000), Bab 46, dengan judul asli “Soal Prabowo”.

Read More »
08.33 | 0 komentar

PESAN DARI BESAN


eros-djarot

Oleh Eros Djarot
Pemimpin Redaksi Tabloid DETAK
 … saya secara pribadi cukup lama berpikir, percaya dan teryakinkan bahwa apa yang dilakukan Oom Cum bukanlah tindakan yang bersifat ingkar terhadap kebenaran. Sebaliknya, kesan bahwa yang -dilakukannya hanyalah suatu upaya mendudukkan kebenaran …
 Menjadi besan orang yang sangat dan paling berkuasa di sebuah negara, ternyata tidak selalu menguntungkan. Apalagi ketika sang besan telah dalam posisi sebagai mantan orang paling berkuasa. Saat masih berkuasa, segan untuk berkata ‘tidak’ pada sang besan, dan pada saat kekuasaan lengser dari sang besan, yang menguat adalah perasaan ewuh pekewuh, sungkan dan Kondisi psikologis inilah yang paling tidak dirasakan oleh Profesor Sumitro Djojohadikusumo, ayah Prabowo dan mertua Titiek Soeharto.
Sebagai seorang teknokrat dan cendekiawan pengagum Andre Malraux dan Sartre, sejak putra satu-satunya yang berkarier sebagai militer menjadi sorotan publik sehubungan dengan kasus penculikan, agak sulit baginya bagaimana harus memposisikan  diri  agar masyarakat tetap memandangnya sebagai figur yang netral. Maklum, naluri seorang ayah terhadap penderitaan seorang anak tetap tak dapat mengesampingkan apa yang sering diucapkan oleh orang Jawa sebagai “tega larane, ora tega patine” (mungkin tega melihat sakitnya, tetapi tak mungkin tega melihat kematiannya). Itulah kira-kira yang membuat Oom Cum, panggilan akrab ayah Prabowo yang begawan ekonomi Indonesia ini, merasa terpang­gil untuk angkat bicara, mengabarkan pada seluruh rakyat Indonesia bagaimana sesungguhnya wajah kekuasaan dan penguasa yang sela­ma tiga puluh tahun hadir begitu mencekam dalam benak dan tulang sumsum rakyatnya.

prabowo007

Keberanian Oom Cum ini hendaknya dijadikan suatu langkah awal dari kemungkinan menegakkan kembali institusi moral yang sangat diperlukan oleh situasi seperti sekarang ini. Keberanian dan kejujurannya yang secara terbuka mengindikasikan keterlibatan Soeharto sehubungan kasus penculikan para aktivis, merupakan angin segar yang mungkin sangat membantu terbukanya pintu berkarat yang selama ini tertutup rapat karena digunakan sebagai pintu ruang penyimpan sejumlah misteri dan rahasia budaya kuasaan a la Soeharto selama ini.

Terlepas dari bobot akurasi yang terkandung di dalam setiap ungkapan dan pernyataannya sehubungan kasus siapa di balik peris­tiwa penculikan, satu hal yang perlu dicatat adalah peristiwa kebu­dayaan itu sendiri. Karena keterangan terbuka yang disampaikan de­ngan penuh cinta dan tanggung jawab terhadap anak, besan, manu­sia, dan rakyat negerinya, sungguh merupakan peristiwa kebudayaan yang perlu diabadikan dalam kaitan terobosan terhadap kebekuan dan kebisuan banyak tokoh dan pelaku sejarah…

‘Sedalam dan selama apa pun bangkai disembunyikan, suatu hari baunya akan tercium juga’. Begitu kata pepatah orang-orang tua kita dulu. Karenanya, bila apa yang dikatakan Oom Cum mengandung kebenaran yang hakiki, maka inilah salah satu bukti kebenaran dari nasihat para leluhur kita: hanya waktulah yang tak dapat ditaklukan oleh kebohongan. Kalau toh kebenaran dapat ditikam setiap saat, tapi ia tetap saja takkan pernah mati.
Bangkitnya kebenaran dari mati suri yang panjang biasanya selalu membawa dampak yang mengejutkan. Karena sebagai orang yang selama bertahun terkena sihir, pada saat tersadarkan biasanya men­jadi sedikit tak percaya pada apa yang selama ini terjadi maupun kenyataan yang ada di depannya sejak ia dapat dengan segala kesadarannya melihat dunia nyata dalam kenyataan sesungguhnya. Begitu pula kita pun akan merasakan hal yang sama ketika men­dengar berita tentang betapa seorang yang sangat berkuasa di negeri ini ternyata tak kuasa menguasai dirinya dalam banyak hal. Termasuk menguasai nafsu untuk terus berkuasa, walau untuk itu harus me­nempuh berbagai cara. Termasuk memangsa ‘anak’-nya sendiri.

prabowo004

Benarkah demikian kejadian sesungguhnya? Mencari kepastian jawaban ini, kembali kita dihadapkan pada keberanian untuk berada dalam kebenaran itu sendiri. Bila dalam mencari dan menegakkan kebenaran seseorang melakukannya dengan cara yang tidak benar, niscaya segalanya menjadi sia-sia. Oleh karenanya saya secara pribadi cukup lama berpikir, percaya dan teryakinkan bahwa apa yang dilakukan Oom Cum bukanlah tindakan yang bersifat ingkar terhadap kebenaran. Sebaliknya, kesan bahwa yang -dilakukannya hanyalah suatu upaya mendudukkan kebenaran, kian menguat ketika dengan penuh santun dan tanggung jawab yang jauh ke depan tercermin dari setiap ucapan dan pertimbangan sehubungan dengan langkah angkat bicara yang telah diputuskan Oom Cum secara mendalam.
Terlepas dari bobot akurasi yang terkandung di dalam setiap ungkapan dan pernyataannya sehubungan kasus siapa di balik peris­tiwa penculikan, satu hal yang perlu dicatat adalah peristiwa kebu­dayaan itu sendiri. Karena keterangan terbuka yang disampaikan de­ngan penuh cinta dan tanggung jawab terhadap anak, besan, manu­sia, dan rakyat negerinya, sungguh merupakan peristiwa kebudayaan yang perlu diabadikan dalam kaitan terobosan terhadap kebekuan dan kebisuan banyak tokoh dan pelaku sejarah terhadap upaya menyampaikan kebenaran.
Karenanya selama berpuluh tahun ini, perasaan kita sebagai rak­yat seringkali terasa seperti dipermainkan oleh sementara tokoh pelaku sejarah yang memilih diam demi suatu ketidakjelasan. Bagaimana sebenarnya sejarah terjadinya Surat Perintah 11 Maret, sampai hari ini tetap dalam bingkai gelap sejarah bangsa ini. Begitu juga bagaimana persisnya peristiwa G-30-S bisa terjadi berikut sejum­lah peristiwa di balik itu, sampai hari ini pun tetap menjadi teka-teki yang setiap tahun dimunculkan oleh para peneliti dan pengamat sebagai sajian ilmiah yang tetap berada dalam kerangka pencarian tiada henti.
Dengan tampilnya Oom Cum menyampaikan apa yang ia tahu dan pahami, kita patut berharap: semoga yang lain menjadi lebih terbuka dan berani berpihak pada kebenaran. Paling tidak kebenaran yang oleh nurani, integritas dan daya jangkau intelektual kita, dapat dibenarkan. Tanpa keberanian ini niscaya bangsa ini akan berputar di tempat sehingga pusing, letih dan kehilangan segala daya geraknya.
Selanjutnya kita hanya akan menjadi bangsa yang tenggelam dan ditenggelamkan oleh berbagai ketidakjelasan dan ketidakpastian. Siapakah kita?
*) Dimuat di Tabloid DETAK No. 09/I, 8-14 September 1998

Read More »
08.03 | 0 komentar