Kamu Pengunjung Ke

Arsip Blog

Get Connection

TRAVEL MURAH KE BANDUNG
Jalan-jalan ke Kota Wisata Bandung dengan layanan yang ramah dan berpengalaman, membuat Anda terasa nyaman dalam mengisi liburan
kiostravel-id.blogspot.com

Koleksi Pakaian Terbaik
Temukan Pakaian Idaman dan sesuai Kebutuhan anda DISINI
dhifastore.blogspot.com

Ads by Dhifa Outlet

Site Info

ping fast  my blog, website, or RSS feed for Free My Ping in TotalPing.com

Followers

Tampilkan postingan dengan label Quick Count. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Quick Count. Tampilkan semua postingan

13 Juli 2014

Hitung Nyata, Real Count berdasarkan C1, Prabowo - Hatta 54% Ungguli Jokowi - JK 46%

Tim Sukses Prabowo-Hatta telah mengeluarkan hasil real count berdasarkan formulir C-1 yang diperoleh saksi-saksi di setiap TPS seluruh Indonesia. Porsentase perolehan suara yang diperoleh dari Kartanegara Centre untuk Prabowo - Hatta vs Jokowi - JK adalah 54%:46%. Sementara itu data saksi PKS di seluruh TPS, menurut Marwah, sudah masuk 90%, dengan hasil 54% untuk pasangan Prabowo-Hatta dan 46% untuk pasangan Jokowi-JK.
Hasil Real Count tersebut menurut Anggota timses Prabowo-Hatta Marwah Daud Ibrahim, Prabowo-Hatta unggul sementara dengan selisih 7 persen dari pasangan Jokowi-JK.  "Alhamdulillah dari 90 persen laporan C-1 dari saksi yang masuk, selisih kita masih 7 persen," ucapnya kepada wartawan, Sabtu (12/7).
Marwah juga mengatakan data real count diperoleh dari tiga pusat data yakni Kartanegara Centre, data saksi PKS di seluruh TPS dan data Cikeas.
Porsentase perolehan suara yang diperoleh dari Kartanegara Centre untuk Prabowo - Hatta vs Jokowi - JK adalah 54%:46%. Sementara itu data saksi PKS di seluruh TPS, menurut Marwah, sudah masuk 90%, dengan hasil 54% untuk pasangan Prabowo-Hatta dan 46% untuk pasangan Jokowi-JK. 
Data real count Cikeas mendapati perolehan suara yang sama dengan kedua pusat data tersebut, yakni 54% untuk pasangan Prabowo - Hatta dan 46% untuk pasangan Jokowi - JK. (Keterangan gambar: Titiek, Prabowo dan Glenny Kairupan di masa muda) (rim)
sumber http://www.rimanews.com/

Read More »
08.22 | 0 komentar

Jokowi Salip Prabowo Hilang Dari Grafik SMRC yang Kontroversial. Ada Apa Di Balik Ini?

Kontroversi hitung cepat atau quick count SMRC (Saiful Mujani Research and Consulting) kembali menjadi pembahasan pengguna Twitter. Masyarakat mempertanyakan hilangnya garis Jokowi menyalip Prabowo pada grafik quick count SMRC.
Pada 9 Juli 2014, quick count serentak dimulai pada pukul 13.00 WIT (pukul 11.00 WIB). Akun Twitter SMRC (@saifulmujani) melaporkan secara berkala hasil quick count.
Pada pukul 13.05 WIB, hasil quick count SMRC melaporkan Prabowo–Hatta 52,94% dan Jokowi–JK 47,06% dari data yang sudah masuk sebesar 13,78% dari 4.000 sampel TPS yang dipakai SMRC. Pada posisi ini, Prabowo masih unggul ketimbang Jokowi,demikian laporan inilah.com
Pada pukul 13.19 WIB, hasil quick count SMRC melaporkan Prabowo–Hatta 47,30% dan Jokowi–JK 52,70% dari data yang masuk sebanyak 17,65% dari 4.000 sampel TPS yang dipakai SMRC. Selang 14 menit dari laporan pukul 13.05 WIB, Jokowi menyalip Prabowo–Hatta dari 47,06% menjadi 52,70%.
Seharusnya, garis Jokowi mendahului Prabowo terlihat pada grafik stabilitas suara quick count. Namun seseorang dengan akun bernama Tras Rustamaji (@rustamaji) melaporkan adanya kejanggalan pada grafik SMRC.
Dia memantau pergerakan quick count SMRC melalui website Komunigrafikhttp://www.komunigrafik.com/pilpres2014/stabilitas.php). Website ini memang menampilkan grafik pergerakan quick count SMRC secara resmi dari SMRC.
Menurut Tras Rustamaji, pada pukul 13.09 WIB, grafik SMRC di Komunigrafik masih menampilkan adanya persilangan garis Jokowi dengan Prabowo. Ia memaparkannya di Twitnya pada 9 Juli 2014 pukul 15.25 WIB.
Namun pada pukul 14.44 WIB, Tras Rustamaji melihat grafik persilangan Jokowi terhadap Prabowo menghilang dari Komunigrafik. Dia memaparkannya di Twitnya pada 9 Juli 2014, pukul 15.28 WIB.
Tras Rustamaji melalui akun Twitternya menduga, hilangnya data historis persilangan Jokowi terhadap Prabowo menunjukkan adanya kekacauan data pada SMRC, karena website Komunigrafik terkoneksi langsung dengan sistem data SMRC. Apabila ada perubahan pola grafik SMRC di Komunigrafik, diduga Tras Rustamaji telah terjadi utak-atik data statistik pada sistem database SMRC.
Hilangnya data historis dan garis persilangan Jokowi terhadap Prabowo menjadi perbincangan hangat di Twitter. Akun Twitter pribadi Saiful Mujani (@saiful_mujani), pemilik SMRC hanya berkomentar "Apanya yang perlu diklarifikasi" ketika ditanya oleh akun Twitter lainnya mengenai kejanggalan tersebut.
Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu melalui akun Twitternya (@saididu) pun ikut mengomentari kejanggalan grafik quick count SMRC tersebut. Dia meminta dilakukan audit terhadap lembaga-lembaga survei yang melangsungkan quick count, termasuk SMRC.
Sementara sejumlah perbincangan di Twitter dan Facebook menyebut hilangnya garis persilangan Jokowi terhadap Prabowo menunjukkan adanya utak-atik pada sistem database SMRC, yang terindikasi terkait dengan upaya memanipulasi data dalam rangka memenangkan Jokowi–JK di quick count. Apalagi, SMRC kini memutus koneksi sistem database-nya dengan Komunigrafik karena kejanggalan tersebut. [yeh]
sumber http://www.rimanews.com/

Read More »
08.16 | 0 komentar

Sesumbar Klaim Menang, Ternyata Hasil Real Count Jokowi JK Kalah Telak di Mesir


islamedia.co jokowi jk

Klaim kemenangan yang dilakukan kubu Joko Widodo-Jusuf Kalla dinilai terlalu dini. Belajar dari pengalaman sebelumnya tim Jokowi-JK menggunakan data tidak valid untuk mengklaim kemenangan di luar negeri, seperti Arab Saudi dan Mesir.

"Prabowo justru menang di Mesir dan Jeddah. Sebaiknya kubu Jokowi hati-hati menggunakan data. Publik disodori informasi tidak valid," kata pengamat politik Igor Dirgantara kepada wartawan, Jumat (11/7).

Sebelumnya, Tim Sukses Jokowi-JK, Yuddy Chrisnandi pernah mengatakan mengatakan, hasil exit poll Arab Saudi pasangan nomor urut 2, meraih 75 persen suara dan pasangan nomor 1, mendapatkan 20 persen suara. Pun dengan di Mesir, kubu Jokowi-JK diberitakan menang tipis dengan 57 persen dan Prabowo-Hatta 42,9 persen. 

Kenyataannya, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, mengumumkan hasil penghitungan suara Pilpres 2014, Prabowo-Hatta mendapat 51,22 persen dan Jokowi-JK 48,78 persen. Pun data Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Mesir, pasangan nomor urut 1 itu menang dengan mengantongi 70,2 persen. Jokowi-JK hanya mendapat 27,6 persen.

Melihat fakta tersebut, Igor menyarankan, agar jauh lebih baik jika semua pihak menunggu hasil penghitungan akhir yang dilakukan KPU pada 22 Juli mendatang. "Jangan justru mengintimidasi KPU dengan klaim bahwa quick count mereka yang benar. Otoritas tertinggi tetap ada di KPU," kata pengajar di Universitas Jayabaya itu.

Igor juga meminta agar kedua pihak bisa menahan diri dan belajar dari Pilpres 2009. Meski menang dengan selisih hitung cepat mencapai 20 persen lebih, tetapi SBY tetap menunggu hasil final dari KPU.[republika/im]
sumber http://www.islamedia.co/

Read More »
07.03 | 0 komentar

5 Siasat kubu Jokowi rekayasa Pilpres versi Timses Prabowo

5 Siasat kubu Jokowi rekayasa Pilpres versi Timses Prabowo
Kubu Prabowo-Hatta menyatakan ada usaha yang sistematis untuk membentuk opini agar pasangan Jokowi-JK menang dalam Pilpres 2014. Penasehat tim Prabowo, Letjen TNI Purn Suryo Prabowo menuturkan usaha tersebut mulai dari rekayasa berita penghitungan suara hingga pengerahan massa.

"Pertama, berdasarkan exit pool mereka sebarkan kabar pasangan Jokowi-JK menang telak 85%-15% dari Prabowo-Hatta di sejumlah negara seperti Arab Saudi dan Malaysia. Tujuannya untuk pengaruhi pemilih dalam negeri," ujar Suryo dalam rilis yang diterima merdeka.com, Minggu (13/7).

Suryo mencontohkan, setelah hitungan resmi dilakukan pasangan Prabowo-Hatta di Jeddah peroleh 51% sementara Jokowi-JK peroleh 48%. Di Qatar, Prabowo-Hatta 52% Jokowi-JK 42%. Malaysia Prabowo-Hatta 85% Jokowi-JK 15%.

Kedua, lanjut Suryo, di dalam negeri sejumlah lembaga survei yang dijadikan konsultan politik lakukan quick count. "Hasilnya dibuat seragam, pasangan Jokowi-JK menang 3-5% dari pasangan Prabowo-Hatta," ujarnya.

Padahal, urainya, saat itu data yang masuk baru 75%, dan ada quick count lain yang unggulkan Prabowo-Hatta. Bahkan, lanjutnya, mungkin karena sistemnya bocor, pada quick count mereka Prabowo-Hatta sempat unggul 3-5% dari Jokowi-JK.


Menurut Suryo, ketiga, kemenangan quick count tersebut dengan cepat diklaim secara terbuka sebagai terpilihnya Jokowi-JK sebagai pemenang pemilu. "Mereka deklarasikan kemenangan Jokowi-JK secara terbuka," jelasnya.

Berikutnya keempat, setelah pernyataan klaim sepihak kemenangan Jokowi-JK mereka kerahkan massa untuk memberi legitimasi sosial. "Massanya sudah disiapkan seminggu sebelum hari pencoblosan," ungkapnya.

Kelima, lanjutnya, mereka kunci opini publik bahwa merekalah pemenang pilpres. Hasil quick count mereka yang paling benar, jika hitungan real count KPU berbeda, hitungan KPU yang salah.

"Ini seperti drama politik tentang klaim pemenang pilpres. Diatur kisahnya secara dramatis melibatkan emosi publik. Ujungnya KPU seperti dipaksa untuk memenangkan Jokowi-JK. Hanya kecurangan yang dapat mengalahkan Jokowi-JK, itulah kesimpulan drama politik ini yang mereka inginkan," bebernya.

Menurut Suryo, publik harus mengerti skenario drama politik yang jahat ini agar tidak bingung dan tersesat. "Mereka giring opini publik ke target mereka. Kalau tidak sesuai target mereka tuduh curang. Mereka tidak siap kalah maka segala cara ditempuh untuk menang. Berbeda dengan Prabowo-Hatta, yang akan menghormati apa pun keputusan rakyat. Menang tidak akan mentang-mentang, dan kalau pun kalah tidak marah," tutupnya.

sumber http://www.merdeka.com/

Read More »
06.58 | 0 komentar

Akhirnya Terungka Bukti Kecurangan Quick Count Pro Jokowi


islamedia.co jokowi jk

Kubu calon presiden-calon wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa menyayangkan sikap sejumlah lembaga survei pro Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) yang mengklaim kalau hasil quick count atau hitung cepat mereka merupakan yang paling benar.

Juru debat nasional Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Mayjen TNI (purn) Kivlan Zein menegaskan, justru dari sejumlah lembaga survei yang memenangkan pasangan Jokowi-JK dalam hitung cepatnya itu semua abal-abal.

Ia pun melihat adanya upaya intimidasi dan agitasi yang dilakukan oleh para lembaga survei itu yang bertujuan mempengaruhi Komisi Pemilihan Umum (KPU). Sebagaimana dilakukan oleh pimpinan lembaga survei Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, termasuk CEO lembaga survei, Polmark, Eep Saefulloh Fattah yang menyatakan agar mengikuti survei nomor urut dua.

"Saya sangat menyesalkan atas peryataan mereka bahwa hasil survei mereka yang terbaik dan benar, dan jika KPU tidak mengikuti hasil survei mereka dinyatakan KPU tidak benar. Dasar hukum apa itu?" tegas Kivlan, usai mendampingi Hatta Rajasa melakukan Salat Tarawih di Masjid Al Riyadh, Kwitang, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (11/7/2014).

Dengan tegas, Kivlan mengaku, akan melawan para lembaga survei pro Jokowi-JK, apalagi ia telah mengantongi bukti kalau ada uang yang digelontorkan sejumlah lembaga survei itu di basis suara Jawa Timur guna mendongkrak suara Jokowi-JK.

"Hai Eep Saefulloh Fattah kamu berhati-hati survei mu adalah survei yang dibayar dan memberikan Rp200 ribu kepada perorang di TPS yang kami katakan survei mu adalah benar. Polmark kamu adalah intimidator termasuk 7 surveiyor itu," tantangnya.

Kivlan menambahkan, jika mereka menantang kalau surveinya adalah benar ketimbang keputusan KPU. Itu salah besar, karena mereka bukan pembentuk undang-undang (UU). Mengingat dalam UU penentu kemenangan adalah KPU dan bukan survei. 

Bila seperti ini, ia tak segan untuk membawa persoalan ini ke pengadilan. "Undang-undang itu mengatakan bahwa KPU menentukan kemenangan didalam Pilpres. Kalau kamu menantang  katakan kamu benar, itu sama saja menantang rakyat. Kamu tak demokrasi,  kamu agitator, sama dengan PKI," pungkasnya.[okezone/im]
sumber http://www.islamedia.co/

Read More »
06.55 | 0 komentar