Kamu Pengunjung Ke

Arsip Blog

Get Connection

TRAVEL MURAH KE BANDUNG
Jalan-jalan ke Kota Wisata Bandung dengan layanan yang ramah dan berpengalaman, membuat Anda terasa nyaman dalam mengisi liburan
kiostravel-id.blogspot.com

Koleksi Pakaian Terbaik
Temukan Pakaian Idaman dan sesuai Kebutuhan anda DISINI
dhifastore.blogspot.com

Ads by Dhifa Outlet

Site Info

ping fast  my blog, website, or RSS feed for Free My Ping in TotalPing.com

Followers

Tampilkan postingan dengan label Dunia Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Politik. Tampilkan semua postingan

30 Juni 2014

Warga Natuna Kecewa Pada Jokowi


China put Natuna Islands (in box) on its map, as the islands located near the disputed South China Sea. (Map)

Sejumlah warga Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau mengaku kecewa karena Calon Presiden Joko Widodo tidak mengetahui persoalan perbatasan yang sedang terjadi di Laut China Selatan yang sebagiannya masuk dalam wilayah Natuna.

"Kecewa iya, karena bukan hanya nasib Natuna yang menjadi sengketa. Lokasinya saja enggak tahu, bagaimana nasibnya," kata warga Natuna, Agus Subagja, Jumat (27/6). 

Padahal, kata dia, di Laut China Selatan yang masuk wilayah Natuna, terdapat sumber gas yang menjadi aset negara dan harus diselamatkan dari rebutan asing.

"Di situ ada sumber migas, salah satu aset penyumbang devisa negara terbesar," kata Agus.

Seharusnya, kata Agus, sebagai calon kepala negara, Jokowi tahu permasalahan-permasalahan sensitif di berbagai daerah di Indonesia. Apalagi pemerintah selama ini sudah menegaskan pentingnya Natuna.

Sejak beberapa waktu lalu, kata dia, warga Natuna menyaksikan banyak personel dari Mabes TNI yang datang, itu menandakan ada penjagaan yang memang diperketat.

"Artinya oleh pusat Natuna dianggap penting sebagai daerah terluar NKRI," kata Agus bersemangat.

Sebelumnya, dalam debat calon presiden putaran ketiga bertema "Politik Internasional dan Ketahanan Nasional" pada Ahad malam (22/6) yang diikuti pasangan dua calon presiden, Jokowi mengatakan Indonesia tidak terlibat dalam konflik di wilayah Laut China Selatan. Bila memang dibutuhkan, Indonesia harus memberi manfaat dan bisa memberikan solusi.

"Dan saya kira lebih baik diselesaikan. Peran itu bisa dilakukan melalui strategi diplomasi yang sudah saya sampaikan," ujarnya.

Pada debat tersebut, Jokowi menyampaikan tiga strategi diplomasi, yaitu "G to G" atau "Government to Government", "B to B" atau "Bussiness to Bussiness" dan "G to B" atau "Government to Bussiness".

sumber http://www.republika.co.id/

Read More »
09.51 | 0 komentar

Terungkap Bohong, Jokowi Akhirnya Bungkam


Headline

Calon Presiden Joko Widodo (Jokowi) bungkam, saat ditanya mengapa ia tidak melaporkan kasus korupsi pengadaan bus TransJakarta ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Padahal untuk pertanyaan-pertanyaan lain yang diajukan oleh wartawan, ia bersedia menjawab.

Hal itu terjadi saat Jokowi meladeni wartawan yang mewawancarainya, usai ia memberikan klarifikasi harta kekayaan ke KPK terkait Pilpres. Saat itu, Jokowi menjawab pertanyaan wartawan soal harta kekayaannya, hingga perseteruan antara Ahok dan Menpora Roy Suryo terkait rekomendasi alih fungsi Stadion Lebak Bulus untuk Depo MRT dan Taman BMW.

Namun saat ditanya mengapa ia tidak melaporkan kasus dugaan korupsi pengadaan bus ke KPK, Jokowi hanya diam. Padahal sebelumnya Jokowi rajin melapor ke KPK, jika menerima hadiah seperti gitar Metallica dan helm dari Rossi.

Berkali-kali wartawan menyinggung mengapa ia tidak melaporkan kasus itu ke KPK, Jokowi tetap memilih mengunci mulutnya. Tak ada jawaban apapun yang keluar dari mulut Gubernur (non aktif) DKI Jakarta itu.

Jokowi juga tidak memberikan tanggapan atas aksi unjuk rasa yang digelar oleh Banteng Keadilan Rakyat (BAKAR) dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI). Puluhan massa aksi yang menggelar demonstrasi di depan gedung KPK menuding Jokowi telah berbohong terkait kasus dugaan korupsi pengadaan Bus TransJakarta.

"Jokowi bohong, jokowi belum parnah melapor ke KPK," teriak masa aksi di depan Gedung KPK saat Jokowi tengah memberi keterangan usai klarifikasi.

Sebelumnya, Jubir KPK,Johan Budi SP memastikan jika pihaknya belum pernah sekalipun menerima laporan soal dugaan korupsi pengadaan bus TransJakarta dari Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta maupun dari Pemprov DKI Jakarta.

"Tidak pernah," ucap Johan Budi, Selasa (17/6/2014) lalu.

Senada dengan pihak KPK, Pelaksana tugas (plt) Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Ahok memastikan Jokowi belum pernah melaporkan kasus bus Transjakarta kepada KPK. "Pak Jokowi enggak pernah lapor KPK (soal kasus Bus Transjakarta). Enggak ada surat resminya," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta belum lama ini.

Namun, Jokowi mengungkapkan, bahwa dirinya sudah melaporkan dugaan korupsi bus TransJakarta ke KPK. Hal tersebut tentunya bertolak belakang pernyataan yang disampaikan pihak KPK dan plt Gubernur.

"Waktu ada berita mengenai bus transjakarta, detik itu juga kepala dinasnya langsung saya copot. Kemudian dokumen-dokumen yang ada langsung kita berikan ke KPK," ucap Jokowi saat bersilaturahim ke Pondok Pesantren Bustanul Ulum, Kelurahan Sumelap, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (12/6/2014) lalu.

Dikatakan Jokowi, dirinya sebagai Gubernur DKI saat itu hanya memberikan persetujuan pada sebuah kebijakan. Sedangkan untuk penggunaan dan alokasi anggaran, sepenuhnya dilakukan oleh pejabat pelaksana. Dalam hal ini Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta yang saat itu dijabat Udar Pristono.

"Kalau saya perintahkan untuk membeli sabun yang wangi, tapi yang datang sabun colek yang tidak wangi. Nah, yang tidak benar yang mana? Yang nyuruh atau yang beli itu? Begitu kira-kira gambaran kasarnya," tutur Jokowi.

Seperti diketahui, kasus dugaan korupsi saat ini tengah ditangani oleh Kejaksaan Agung. Kejaging telah menetapkan mantan Kepala Dinas Perhubungan DKI Udar Pristono sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan TransJakarta dan BKTB pada Dinas Perhubungan DKI Jakarta tahun 2013.

Dalam proyek senilai Rp 1,5 triliun tersebut, Kejaksaan juga menetapkan pihak lain sebagai tersangka, yakni Direktur Pusat Teknologi dan Sistem Transportasi di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Prawoto.[bay]

sumber http://nasional.inilah.com/read/detail/2113654/terungkap-bohong-jokowi-akhirnya-bungkam#.U7GG__l_vA8

Read More »
08.52 | 0 komentar

Dukung Prabowo-Hatta, Rustriningsih Terancam Dipecat

Calon presiden Prabowo Subianto dan mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah Rustriningsih.
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan akan memberi sanksi kepada salah satu politisinya Rustriningsih. Mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah itu justru mendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa di pemilihan presiden 2014.

"Kita akan kenakan sanksi tegas berupa pemecatan," kata Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, Senin 30 Juni 2014.

Hasto menjelaskan surat teguran untuk mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah itu sedang diproses. "Aturan di AD/ART sangat jelas. Mereka yang tidak mengikuti akan ada sanksi tegas berupa pemecatan. Suratnya sedang diproses," ungkapnya.

Hasto menilai bergabungnya Rustriningsih di kubu Prabowo-Hatta tidak akan menaikkan elektabilitas calon presiden nomor urut satu itu.

"Tim Prabowo-Hatta harus belajar dari pemilihan Gubernur Jawa Tengah. Kita tahulah yang dipilih selalu kalah," ujarnya.
Dihubungi wartawan secara terpisah, Rustriningsih mengakui banyak isu yang berkembang menyangkut dukungannya di Pemilu Presiden 2014. Kendati begitu, Rustri belum bersedia menjawab terbuka.

"Banyak isu berseliweran. Dikabarkan oleh Pak Tjahjo Kumolo bahwa PDIP akan menggandeng saya untuk kampanye. Kemudian hari ini Pak Hatta juga menyebutkan bahwa tanggal 3 Juli nanti akan ketemu saya," kata Rustriningsih.
Sementara itu, para pendukung Rustriningsih sudah mendeklarasikan dukungan mereka kepada Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Dukungan itu diyakini dipicu isu pemecatan suami Rustriningsih, Sonny Nooryatno dari PDIP.
© VIVA.co.id

Read More »
08.47 | 0 komentar

22 Juni 2014

Rachmawati: Yang Salah Komandan, Bukan Prajurit

Mahfud MD dan Fadli Zon di kediaman Rachmawati Soekarnoputri, 22 Juni 2014.

Rachmawati Soekarnoputri menyatakan Prabowo Subianto tak mesti disalahkan dalam kasus pelanggaran hak asasi manusia di masa lalu. Atasan Prabowo lah, kata putri Soekarno itu, yang seharusnya bertanggung jawab.


“Saya mengerti betul. Prajurit tidak salah, yang salah komandan. Siapa komandan waktu itu? Wiranto,” kata Rachmawati di kediamannya di Jakarta Selatan, Minggu 22 Juni 2014, usai berbincang dengan Ketua dan Sekretaris Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Mahfud MD dan Fadli Zon.

Rachmawati berpendapat, pemaparan Wiranto masih belum objektif. Menurut dia, negarawan tak selayaknya mengumbar masa lalu.

“Itu kasus lama. Ketika Prabowo menjadi pasangan Megawati (pada Pilpres 2009), tak ada disinggung persoalan HAM,” ujar Rachmawati.

Lebih lanjut, Rachmawati menganggap kasus Prabowo merupakan buntut dari persoalan internal Angkatan Darat. “Dewan Kehormatan Perwira itu untuk Perwira Menengah, bukan untuk Perwira Tinggi. Jadi cacat hukum, inkonstitusional,” kata dia.

Rachmawati berharap siapa pun presiden yang terpilih nanti, tak saling mencari cacat di belakang. Sebab, ujarnya, apa yang terjadi sekarang merupakan sebab-akibat dari masa lalu.

Pernyataan Wiranto

Sebelumnya, mantan Panglima ABRI Wiranto yang bekas atasan Prabowo buka suara seputar bocornya dokumen keputusan Dewan Kehormatan Perwira tanggal 21 Agustus 1998 yang berisi rekomendasi pemberhentian Letnan Jenderal Prabowo Subianto dari TNI.

“Pemberhentian Prabowo sebagai Pangkostrad disebabkan adanya keterlibatan dia dalam penculikan saat menjabat Danjen Kopassus,” kata Wiranto. Perbuatan Prabowo itu, ujar Wiranto, melanggar Sapta Marga, Sumpah Prajurit, etika keprajuritan, dan beberapa pasal dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

“Dengan adanya fakta tersebut, istilah diberhentikan dengan hormat atau tidak sudah tidak perlu diperdebatkan lagi. Sejatinya masyarakat sudah dapat menilai. Saya tidak mau terjebak pada istilah karena perbedaan istilah tersebut sarat kepentingan politik,” kata Wiranto.

Meski demikian, Wiranto menjelaskan secara normatif apa yang dimaksud pemberhentian secara hormat atas seorang prajurit TNI. “Seorang prajurit diberhentikan dengan hormat apabila yang bersangkutan habis masa jabatannya, meninggal dunia, sakit parah, cacat akibat operasi militer, mengundurkan diri dari kedinasan dan disetujui atasan,” kata dia.

Sementara itu, pemberhentian dengan tidak hormat, ujar Wiranto, apabila prajurit tersebut melanggar Sapta Marga, melanggar Sumpah Prajurit, dan melanggar hukum, sehingga ia tidak pantas lagi menjadi seorang prajurit.

Namun, kubu Prabowo minta tudingan penculikan itu dibuktikan. “Itu kan operasi intelijen. Waktu itu keadaan genting. Maka boleh melakukan sesuatu, mengambil tindakan,” kata Direktur Operasi Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Edhy Prabowo.

Tim pemenangan Prabowo-Hatta juga menunjukkan salinan surat putusan pemberhentian Prabowo yang ditandatangani oleh Presiden B. J. Habibie tiga bulan setelah Dewan Kehormatan Perwira mengeluarkan rekomendasi pemberhentian Prabowo dari TNI.

“Kepada Bapak Prabowo, kami ucapkan terima kasih atas jasa-jasanya selama mengabdi di ABRI. Surat ini ditandatangani dan ditetapkan di Jakarta, 20 November 1998, oleh Presiden RI Bacharuddin Jusuf Habibie,” kata anggota tim pemenangan Prabowo-Hatta, Marwah Daud Ibrahim, membacakan salinan surat putusan tersebut.

Berdasarkan kalimat yang tertera di salinan surat itu, kubu Prabowo-Hatta yakin Prabowo diberhentikan secara hormat dari dinas kemiliteran. Terlebih, Menteri Sekretaris Negara Muladi saat itu mengirimkan surat kepada Komnas HAM yang menyatakan tidak terdapat cukup bukti yang membuat Prabowo bisa dinyatakan terlibat dalam kasus penculikan aktivis.




© VIVA.co.id

Read More »
08.08 | 0 komentar

21 Juni 2014

Prof. Mansur Suryanegara: Indonesia Merdeka Karena Perjuangan Ulama


mansyur bandung
Tak banyak tahu bila kemerdekaan bangsa ini atas pengorbanan dan jerih payah para ulama kita. Mereka tidak hanya berjuang melawan penjajah secara fisik, tapi juga harta benda. Tak hanya itu mereka pula yang menyusun dan merancang konsep kemerdekaan Negara ini.
Untuk mengetahui lebih jauh, eramuslim menemui sejarawan Mansur Suyanegara. Inilah kutipannya:
Kolonialisme seolah tak pernah berhenti di negara-negara Islam, termasuk di Indonesia. Bagaiamana Anda melihat hal ini?
Perjuangan nasionalisme menentang penjajah itu tokohnya adalah ulama dan santri. Sehingga, Thomas S. Raffles, dalam bukunya The History of Java, di situ menjelaskan ulama itu tidak melakukan kerjasama dengan sultan. Bahkan tidak mungkin kaki tangan penjajah aman di Indonesia, kendati jumlah ulama dan santri hanya sepersembilan belas dari populasi penduduk di Jawa pada waktu itu. Jadi, adanya penjajahan itu dimulai 1494, dari Paus Alexander ke VI. Paus inilah yang memberikan kewenangan kepada kerajaan Katholik Portugis untuk menguasai belahan dunia timur, dan kerajaan Katholik Spanyol menguasai belahan Barat. Lalu sampailah ke Indonesia orang-orang Portugis itu pada tahun 1511 dengan menguasai Malaka.
Dari mana kaum penjajah menguasai wilayah Islam?
Sejak itulah ada serangan dari kesultanan Demak terhadap Malaka. Kenapa menyerang Malaka? Karena kuatnya Islam itu tergantung pada penguasaan pasar dan pengusaan maritim. Karena Nabi sendiri, sejak umur delapan tahun sebelum diangkat sampai menjadi Nabi seorang wirausahawan. Di dalam Al-Qur’an sendiri banyak ayat yang berbicara tentang perniagaan dan maritim. Di dalam Al-Qur’an ada 40 ayat yang berbicara tentang maritim. Inilah yang tidak dikuasai para ahli sejarah pada umumnya.
Mereka sering menggambarkan Rasulullah hanya dengan padang pasir dan onta. Tidak ada orientasi pada kelautan. Padahal, Islam itu kuat karena menguasai laut. Dan jazirah Arabia itu sendiri berarti wilayah yang dikelilingi laut. Karena kita dikuasai sejarah Barat, informasi kelautan itu hanya dimiliki Inggris.
Jadi mereka memakai metode Nabi Saw?
Inggris itu meniru Islam. Maka saya angkat kembali bagaimana kita sebagai bangsa Indonesia yang mempunyai laut terbesar di dunia, tidak ada negara yang punya laut seluas Indonesia, maka kalau perhatian pada lautnya kurang, kita tidak tahu informasi sejarah Rasulullah menguasai dunia.
Bukankah Indonesia dulu juga diperjuangkan para ulama kita?
Setelah Indonesia ini merdeka, ada dua kekuatan yang disepelekan masyarakat. Setelah perang selesai, ada dua kekuatan, yaitu ulama dan militer yang tidak dianggap berperan dalam menegakkan NKRI. Padahal ulama dan militer adalah satu kesatuan. Karena PETA, pasukan bentukan Jepang, sewaktu mengikuti Indonesia, yang terdiri atas 68 batalyonnya, semuanya ulama. Jadi pada masa Jepang ulama diberi kesempatan untuk memimpin organisasi kesenjataan (kemiliteran). Maka umat Islam mempunyai kekuatan yang dahsyat. Saya katakan dahsyat, karena di kalangan NU diberi kewenangan untuk membina 50 batalyon Hizbullah. Anda bisa bayangkan ketika Proklamsi kekuatan militer dari Islam itu luar biasa besarnya. Bung Karno sendiri ketika pidato Proklamasi tanggal 9 Ramadhan 1364 H/ 17 Agustus 1945, kalau tanpa dukungan ulama tidak akan berani.
Kenapa begitu?
Karena tanggal 6 dan 9 Agustus ada dua bom yang dijatuhkan AS di Hiroshima dan Nagasaki. Tidak ada bangsa yang bisa menghancurkan bangsa, yang sampai flora dan faunanya hancur mati, kecuali hanya AS. Itulah kenapa Yahudi dianggap kejam. Padahal tidak pernah flora dan fauna Yahudi yang dihancurkan. Tapi kalau AS, orang yang sedang sakit sampai rumah sakitnya dihancurkan. Dalam kondisi demikian Jepang, tanggal 14 Agustus, bertekuk lutut. Lha kenapa Indonesia berani memproklamirkan kemerdekaannya tanggal 17? Itu karena Bung Karno didukung oleh ulama.
Misalnya siapa dari ulama itu?
Umpamanya Syekh Musa, itu ulama dari Sukanegara, Cianjur Selatan. Lalu dari Bandung ada Drs. Sosrokartono, kakaknya RA. Kartini. Lalu ada Abdul Mukti dari Muhammadiyah, dan dari NU KH. Hasyim Asy’ari. Mereka inilah yang memberi tahu bahwa Jepang tidak akan mengganggu Indonesia lagi. Dan Hasyim Asy’ari waktu juga bilang bahwa presiden pertamanya adalan Bung Karno, dan itu disetujui angkatan laut Jepang.
Bisa dijelaskan lebih lanjut?
Jadi ketika tanggal 10 Ramadhan tau 18 Agustus, Pancasila yang merumuskan itu tiga orang. Yakni, KH Wahid Hasyim dari NU, Ki Bagus Hadi Kusumo dari Muhammadiyah, dan Kasman Singodimedjo, juga dari Muhammadiyah. Mereka itulah yang membuat kesimpulan Pancasila itu sebagai ideologi, UUD 45 sebagai konstitusi. Kalau tidak ada mereka, BPUPKI tidak akan mampu, walaupun diketuai oleh Bung Karno sendiri. Dari situ pula Bung Karno diangkat jadi presiden, dan Bung Hatta sebagai wakil presiden. Jadi negara ini yang memberi kesempatan proklamasi seperti itu adalah ulama.
Dan ketika ada gerakan separatis APRA (Angkatan Perang Ratu Adil), KNIL, RMS (Republik Maluku Selatan), lalu dibuat negara kesatuan. Itu atas perjuangan dan usaha M. Natsir dari Masyumi dan Persatuan Islam. Jadi kita bisa melihat sumbangan ulama itu sangat besar.
Sekarang ini ulama dilupakan?
sumber http://www.eramuslim.com/

Read More »
03.36 | 0 komentar

AS dan Kekuatan Barat, Pemasok Utama Senjata Para Diktator



Sammuel Cummings, mantan agen CIA yang kemudian menjadi makelar perdagangan senjata mengungkapkan bagaimana perlombaan senjata negara-negara maju menjadi bencana bagi negara-negara berkembang dan negara-negara dunia ketiga.
“Ini hampir menyerupai sebuah mesin yang bergerak terus menerus. Kita semua mengakui bahwa perlombaan senjata merupakan sebuah bencana, dan kita semua mengakui bahwa akhirnya akan timbul konflik yang kurang lebih akan menghancurkan dunia beradab yang kita kenal ini. Persoalannya adalah, siapa yang akan mengambil langkah pertama untuk benar-benar mundur?”
Itulah pernyataan Cummings yang disampaikannya dalam sidang di Komisi Hubungan Luar Negeri Senat AS untuk wilayah Timur Tengah dan Asia Selatan, pada 13 April 1967. Cummings sendiri sudah sering terlibat sebagai makelar penjualan senjata di Afrika, Amerika Latin dan Timur Jauh.
Perjalanan sejarah membuktikan apa yang dilontarkan Cummings di hadapan Senat AS pada tahun 1967. Konflik yang terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk di Timur Tengah, sejatinya menunjukkan perlombaan senjata yang diproduksi negara-negara maju. Perlombaan senjata itu, tidak lepas dari keterlibatan para pemimpin negara-negara Arab yang membeli senjata dari Barat, dengan alasan untuk pertahanan negara maupun menjaga kelanggengan kekuasaannya.
Sudah menjadi rahasia umum, bahwa AS dan Inggris, dua negara produsen senjata di dunia itu, memiliki sejarah panjang ikut mempersenjatai para rezim diktator dan pemberontak di negara-negara yang menjadi kepentingannya. Alih-alih melawan teror, dengan kebijakan macam itu, AS dan Inggris malah menciptakan teror baru.
Aktivis organisasi Stop the War Coalition yang berbasis di London, Inggris Lindsey German dalam wawancara dengan Press TV membeberkan bagaimana negara-negara Barat menjadi terdepan dalam penjualan senjata, dan perang mereka mempersenjatai para rezim diktator, terutama para diktator di kawasan Afrika dan Timur Tengah yang saat ini sedang bergolak oleh revolusi rakyatnya. Berikut petikannya;
Fakta menunjukkan bahwa rezim diktator banyak yang menerima pasokan senjata, mulai dari senjata api sampai gas air mata. Senjata itu kebanyakan produksi AS dan Inggris. Mengapa negara-negara seperti AS, Inggris dan Prancis menjual senjata pada rezim diktator yang menindas rakyatnya?
Saya kira, kita harus ingat bahwa perusahaan senjata dan pemerintah yang ada dibelakan perusahaan persenjataan itu, akan mempersenjatai sebanyak mungkin orang. Perdana Menteri Inggris, David Cameron dua bulan yang lalu, setelah mengunjungi sejumlah negara saat Mesir dan Tunisia bergolak, ia mengatakan bahwa rezim di Mesir dan Tunisia adalah rezim penindas, yang menggunakan banyak persenjataan untuk menindas rakyatnya sendiri. Contohnya gas air mata, senjata yang digunakan untuk mengendalikan kerumunan massa. Ini merupakan bagian yang sangat besar dalam penjualan senjata. Kita juga harus mengingat bahwa dua penjual serta eksportir senjata terbesar di dunia adalah Inggris dan AS.
Tidakkah ini munafik, dalam kasus Libya, mereka mengecam rezim yang mereka beri pasokan senjata, dan sekarang senjata-senjata itu digunakan untuk membunuh rakyat tak berdosa. Ini menjadi lingkaran setan, dimana pasukan Barat datang ke Libya dan juga menggunakan senjata yang lebih canggih untuk melawan rezim yang telah mereka persenjatai sendiri?
Ya, ini memang agak munafik. Jika Anda melihat tiga negara terbesar yang menjadi pemasok senjata utama bagi Gaddafi ketika berkuasa Libya, mereka adalah Inggris dan Prancis. Lihatlah , bahkan Inggris dan Prancis memimpin intervensi ke Libya. Ini merupakan standar ganda total.
Selama lebih dari 40 tahun sampai sekarang, Barat dengan sangat bahagia mendukung para diktator dan pemerintahan di seluruh kawasan. Hillary Clinton (menteri luar negeri AS saat itu) mengatakan, kedua belah pihak harus menahan diri. Tapi dia tidak menyebut bahwa salah satu pihak memiliki senjata, sedangkan pihak lain tidak memiliki senjata. Clinton mengatakan hal yang sama tentang Bahrain.
Kami menyaksikan gambar-gambar yang luar biasa, dan hal itu menunjukkan bahwa tidak cukup hanya membicarakan apa yang sedang terjadi. Ketika Anda benar-benar menyaksikannya dan melihat bagaimana mengerikannya situasi ini bagi rakyat yang mengalaminya, pada yang sama, sayangnya media massa utama tidak meliput sebagaimana mestinya. Menurut Anda, apa alasan dari semua ini?
Saya kira, mudah saja bagi media massa di Inggris dan negara-negara lainnya untuk bersikap tidak peduli tentang apa yang terjadi. Apa yang kita miliki di Inggris adalah cerita-cerita tentang kekejaman yang dilakukan pasukan Gaddafi. Berita itu mungkin benar, mungkin tidak.
Tapi sebenarnya hanya satu hal yang sebenarnya sedang terjadi di kawasan. Memang ada perburuan dan serangan terhadap para demonstran oleh pasukan pemerintah. Situasi ini mengingatkan kembali pada pandangan bahwa media dan pemerintah Barat bisa memilih negara mana yang boleh dikecam dan tidak boleh dikritisi.
Apa kriterianya, mana negara yang boleh dan tidak boleh diserang? Apa faktor penentu untuk memutuskan apakah mereka akan mengudarakan sebuah berita, setiap waktu atau tidak?
Menurut saya, faktor yang menentukan adalah peranan negara-negara yang terkait dengan kebijakan luar negeri Inggris. Jika Abda melihat Libya bagi para penonton di London, pemerintah Inggris menetang Gaddafi. Inggris tahu betul bahwa Gaddafi sedang ditekan rakyatnya sendiri, dan Gaddafi memutuskan untuk melawan rakyatnya.
Inggris menginginkan sebuah pemerintahan di Libya yang pro-Barat. Jadi, saya pikir perbedaan yang mendasar adalah ada beberapa negara yang sangat bersahabat dengan Barat, dan ada yang tidak.
Lalu, peranan apa yang bisa dimainkan rakyat AS dan Inggris? Bisakah mereka menekan pemerintah negara mereka agar lebih terbuka melihat kenyataan sebenarnya yang terjadi?
Saya kira, kami berusaha sangat keras untuk bisa menekan pemerintah kami, sejak perang di Irak dan Afghanistan dimulai. Kami punya kesadaran dan sentimen yang kuat untuk menentang peperangan.
Saya perhatikan, polling-polling yang dilakukan di London menunjukkan adanya penentangan yang sangat tinggi atas intervensi asing ke Libya. Tugas kami adalah terus menerus mengkampanyekan antiperang di Timur Tengah, karena kami merasa rakyatlah yang harus menentukan untuk menciptakan demokratisasi di negara mereka masing-masing.
sumber http://www.eramuslim.com/

Read More »
03.34 | 0 komentar

20 Juni 2014

Terkait Konferensi Khilafah, HTI Bohongi Polisi


Terkait Konferensi Khilafah, HTI Bohongi Polisi
Tasikmalaya, NU Online

Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) telah melakukan kebohongan publik demi memuluskan acara Konferensi Islam dan Peradaban di Asia Plaza, Ahad (1/5) siang. Menurut informasi yang diterima Pimpinan Cabang Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa Kabupaten Tasikmalaya, pemberitahuan yang disampaikan mereka ke kepolisian dan pemilik hotel tempat acara, mereka akan menggelar peringatan Isra’ Mi’raj.



“Informasi yang kita terima saat aksi kemarin (31/04) dari perwakilan hotel dan kepolisian, yang memberitahukan acara adalah oknum dari MUI Kota Tasikmalaya. Saat memberitahukan, katanya, tidak atas nama HTI, tapi MUI. Bahkan acara yang akan digelarnya pun bukan Konferensi Islam dan Peradaban, tapi Isra’ Mi’raj. Ini jelas-jelas kebohongan besar mereka demi memuluskan agenda terselubung HTI,” ungkap Yoga Arif Maulana, salah seorang koordinator aksi dari Pagar Nusa.



Untuk itu, lanjut Yoga, dalam aksi yang ketiga kalinya tersebut, Pagar Nusa membawa undangan resmi HTI. Dalam undangan tersebut, jelas terpampang acara kegiatan konferensi. “Konferensi tersebut se-Priangan Timur. Temanya, Indonesia Milik Allah, Saatnya Khilafah Menggantikan Demokrasi dan Sistem Ekonomi Liberal. Sangat jelas sekali, mana ada terulis acara Isra’ Mi’raj?” terangnya.



Bukti tersebut, kemudian diserahkan kepada Kapolres Kota Tasikmalaya KBP Noffan Widyayoko. Sebagai simbol pembubaan acara konferensi, beberapa anggota Pagar Nusa mencabut spanduk-spanduk acara tersebut yang dipampang di depan Asia Plaza.



Ditemui usai menyaksikan seluruh peserta konferensi keluar dari lokasi acara, Ketua Pagar Nusa Kabupaten Tasikmalaya, Moch. An’an Nazily mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Kota Tasikmalaya. Menurutnya, Kapolres bertindak cepat terhadap tuntutan yang disampaikan lembaga yang dipimpinnya. 



“Terima kasih banyak saya sampaikan kepada bapak kapolres. Dan alhamdulillah, pembubaran ini berjalan dengan tertib tanpa ada kekerasan. (Asep Sufian Sya’roni/Anam)



Gambar: Salah seorang anggota Pagar Nusa membacakan undangan Konferensi Islam dan Peradaban HTI kepada Kapolres Kota Tasikmalaya

sumber http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,44-id,52400-lang,id-c,nasional-t,Terkait+Konferensi+Khilafah++HTI+Bohongi+Polisi-.phpx

Read More »
08.16 | 0 komentar

Wahabi Sedang Berusaha Rebut Kekuasaan Pemerintah


Wahabi Sedang Berusaha Rebut Kekuasaan Pemerintah
Ngawi, NU Online

Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Nusron Wahid menegaskan, warga Nahdlatul Ulama harus kian solid dalam menjaga aqidah Islam Ahlussunah Wal Jamaah karena kelompok Islam garis keras terus berupaya melemahkan NU dan NKRI dengan mengambil kesempatan Pemilu 2014.



Nusron menyampaikan hal itu dalam forum silaturahmi dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Ngawi, berikut badan otonom, lembaga, dan lajnah NU setempat, di Pendopo Widya Graha Pemkab Ngawi, Jawa Tengah, Senin (16/6).



“Di tahun politik sekarang ini warga NU harus memperkuat aqidah Ahlussunah wal Jamaah, karena banyak kaum Islam Wahabi sedang berusaha merebut kekuasaan pemerintah dan merongrong warga NU,” ungkap Nusron



Nusron juga mengingatkan, pada musim kampanye seperti ini tak sedikit orang yang berusaha mendekati NU secara tidak serius. “Menjelang pilpres banyak ulama yang pura-pura NU, ke sana kemari mengaku kader ormas tertentu,” tuturnya.



Politik, lanjutnya, tidak boleh bergantung pada siapa yang bayar, tetapi mesti didasarkan atas pertimbangan aqidah. Pria kelahiran Kudus, Jawa Tengah, ini juga menekankan pentingnya membangun silaturahmi  sesama muslim.



Nusron mengatakan, silaturahmi ke Ngawi ia laksanakan dalam rangka menyambut datangnya  bulan suci Ramadhan 1435 H dan pemilu presiden 2014. Hadir dalam forum tersebut Bupati Ngawi yang juga Dewan Penasihat Ikatan Sarjana NU (ISNU) Ngawi, H Budi Sulistyono; dan segenap pengurus PCNU setempat. (Agus Susanto/Mahbib)

sumber http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,44-id,52712-lang,id-c,nasional-t,Wahabi+Sedang+Berusaha+Rebut+Kekuasaan+Pemerintah-.phpx

Read More »
08.13 | 0 komentar

19 Juni 2014

Kivlan Zen Buka Kartu 'AS' Prabowo Subianto

Mantan Kepala Staf Kostrad, Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zein
Mantan Kepala Staf Kostrad Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zen akhirnya angkat bicara terkait foto-foto kekerasan yang diperlihatkannya di tengah dialog terbuka dengan tim pemenangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla di hadapan mahasiswa Universitas Indonesia, Rabu 18 Juni 2014.

"Ini adalah foto-foto kekerasan yang terjadi pada waktu kerusuhan Mei 98," kata Kivlan sambil memperlihatkan foto-foto kekerasan.

Kivlan mengatakan, foto-foto yang diperlihatkannya di depan mahasiswa merupakan salah satu bukti untuk mengungkap siapa yang paling bertanggung jawab pada kerusuhan Mei 1998 silam.

"Tak usah saya sebut orangnya, kerusuhan ini sudah direncanakan dan mereka menggelar rapatnya di Senayan. Kalau saya buka ini adalah aib bangsa," beber Kivlan.

Lebih lanjut, Kivlan menegaskan, kasus kekerasan kerusuhan Mei 98 itu tidak ada kaitannya dengan Prabowo Subianto, yang saat itu menjabat Panglima Kostrad. Prabowo, kata dia, tidak pernah meninggalkan Jakarta.

"Kalau dia pergi, maka habislah Jakarta. Saya bicara ini, karena saya ada bersama dia," ujarnya.

Menurutnya, kerusuhan dan kekerasan Mei 98 sengaja direncanakan dengan menggelar rapat dan dikontrol dari Bogor.
"Jadi jelas, Pak Prabowo hanya terkena fitnah. Kalian bisa lihatkan di foto ini, orang-orangnya ada dan ada spanduk merah, jelas di situ bertuliskan Komite Pendukung Megawati," ungkap Kivlan.

"Kalau mau blak-blakan ayo di pengadilan. Biar kita buka semua. Kasihan Pak Prabowo difitnah terus. Kalau tidak ada Prabowo, Jakarta bisa hancur berbulan-bulan seperti yang terjadi di Mesir dan negara lain," tambahnya. (asp)
sumber http://politik.news.viva.co.id/news/read/513891-kivlan-zen-buka-kartu--as--prabowo-subianto?utm_source=dlvr.it&utm_medium=facebook

Read More »
07.14 | 0 komentar

Gaya Blusukan Jokowi Tak Laku di Pilpres


Gaya Blusukan Jokowi Tak Laku di Pilpres
Joko Widodo (Foto: Dok. Okezone)
JAKARTA - Calon presiden nomor urut dua, Joko Widodo (Jokowi) memang identik dengan gaya blusukannya. Pada awal kemunculannya, gaya inilah yang menjadi salah satu daya tarik mantan Wali Kota Solo itu yang membuat masyarakat Indonesia khususnya Jakarta kepincut.



Hanya saja, Psikolog Politik Universitas Indonesia (UI) Dewi Haroen menilai gaya tersebut tak tepat lagi untuk "dijual" ke publik dalam pilpres. Hal itu dikarenakan begitu kompleksitasnya permasalahan yang ada di Indonesia, berbeda jauh dengan ketika ia memimpin Solo dan DKI Jakarta.



"Di Indonesia tidak bisa (Presiden dengan gaya blusukan). Enggak repot itu? Enggak istirahat, kan kalau presiden udah ada protokpler yang lebih ketat termasuk pengamanan, bisa mati kaya gitu (kalau blusukan terus). Makanya saya bilang jadi gubernur saja, Ahok yang kerja kalau masih suka blusukan," ucapnya saat berbincang dengan Okezone melalui sambungan telefon, Rabu (18/6/2014).



Penulis buku berjudul Personal Branding itu bahkan menyebutkan gaya blusukan itu juga akan membuat seorang presiden melupakan urusan lainnya yang lebih krusial.



"Dia (Jokowi) sibuk blusukan, foto di pasar, petugas keamanan sibuk mengamankan dia. Kapan bertemu sama perwakilan WTO (World Trade Organization) segala macam?" tukasnya.

Read More »
06.32 | 0 komentar

Kubu Prabowo Tak Ingin Termakan oleh Isu Wiranto

Kubu Prabowo Tak Ingin Termakan oleh Isu WirantoPrabowo Subianto (Foto: Okezone)JAKARTA - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), MS Kaban, memilih tidak termakan isu yang dilemparkan oleh Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto yang menyebut Prabowo Subianto sebagai dalang kerusuhan 1998.

"Kalau saya ditanya, saya mengatakan itu kan sudah terjadi tahun 1998 dan keputusannya sudah ada, keputusannya sudah ditetapkan, bahwasanya mas Prabowo itu diberhentikan dengan hormat. Jadi tidak ada masalah. Saya tidak ingin masuk dalam perdebatan yang sifatnya opini masing-masing," katanya di Rumah Polonia, Jalan Cipinang-Cempedak, Jakarta Timur, Kamis (19/6/2014).

Kaban menuturkan, ketika Prabowo melakukan debat capres sudah sangat jelas kalau mantan Danjen Kopassus itu mengambil langkah tersebut untuk kepentingan nasional. Kendati, akhirnya ia diberhentikan secara hormat.

"Intinya keputusan resmi itu dong yang jadi pedoman. Kalau prosesnya macam-macam. Prosesnya ada pro kontra perdebatan itu sah- sah saja. Tapi keputusannya itu diberhentikan dengan hormat. Jadi tidak ada masalah," tegasnya.

Apalagi, dalam keputusan yang tertuang dalam keputusan Dewan Kehormatan Perwira (DKP) itu tidak ada yang menyebutkan Capres nomor urut satu sebagai penculik sekaligus pihak yang ingin mengkudeta.

Kalau pun Wiranto yang juga merupakan Panglima ABRI pada 1998 menyatakan hal itu, tentu harus mengacu pada keputusan yang sudah ditetapkan dimana Prabowo jelas diberhentikan secara hormat.

"Ah, kita jangan lagi masuk dalam opini. Opini ini kan bisa berkembang.
Kita konsentrasi saja pada pemenangan pilpres, kita bangun demokrasi dengan sehat dan normal, tidak perlu buka aib," tandasnya.

"Enggak ada (kudeta). Justru aneh, tahun 1999 enggak ada itu kenapa sekarang baru jadi isu. Buka semua rekaman 1998-1999 enggak ada itu kudeta kudeta, kok sekarang ada isu kudeta," pungkasnya.
sumber http://pemilu.okezone.com/read/2014/06/19/567/1001381/kubu-prabowo-tak-ingin-termakan-oleh-isu-wiranto

Read More »
06.13 | 0 komentar

Ketegasan Prabowo Penting untuk Bangun Karakter Bangsa

Ketegasan Prabowo Penting untuk Bangun Karakter Bangsa
JAKARTA - Figur Calon Presiden Prabowo Subianto dikenal sebagai sosok tegas serta memiliki komitmen kuat terhadap perbaikan nasib rakyat kecil. Adapun ketegasan sikapnya merupakan modal utama guna membangun keunggulan karakter bangsa, utamanya jika Prabowo memenangkan ajang kontestasi di Pilpres untuk kemudian menjadi Presiden RI mendatang.

"Dengan memiliki ketegasan itu, maka Prabowo sangat diharapkan menjadi seorang pemimpin nasional yang mumpuni, berwibawa, dan akan berperan menciptakan karakter bangsa yang kukuh baik di sisi kebangkitan ekonomi rakyat, maupun atas dasar pengaruh kebudayaan, politik, dan harkat bernegara sesuai dambaan bersama," ujar Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC) Syahganda Nainggolan di Jakarta, Rabu (4/6/2014).
Dengan demikian, katanya, adanya aspek kemandirian sekaligus kemajuan bangsa di berbagai sektor kehidupan pun akan menjadi prioritas dalam agenda kepemimpinan Prabowo, dan hal itu dapat mengantarkan kemartabatan Indonesia baik di tingkat nasional ataupun di lingkungan global.
"Intinya, ketegasan dengan sikap berpihak kepada rakyat membuat Prabowo menjadi penting untuk bisa memimpin negeri ini," tegasnya.
Menurut Syahganda, rakyat sudah barang tentu menghendaki calon pemimpin yang tegas serta berkiblat pada keberadaan nasibnya, karena sikap seperti itu diperlukan untuk membela kepentingan berikut hak-hak dasarnya.
Apalagi, di tengah model ekonomi bercorak kapitalisme dan neoliberalistik yang turut mewarnai ekonomi nasional dengan banyak merugikan rakyat saat ini, sehingga pilihan kepada Prabowo terhitung paling pantas demi mengoreksi terjadinya fenomena tersebut.
"Selebihnya, keberpihakan Prabowo kepada rakyat akan membangun suatu keniscayaan bagi terciptanya rasa keadilan ke arah hidup bermartabat dan menjadi sejahtera," jelas Syahganda, yang juga duduk sebagai direktur penggalangan relawan tim sukses pemenangan Prabowo-Hatta.
Ia menyebutkan, dengan berpasangan Cawapres Hatta Rajasa yang berpengalaman di bidang ekonomi dan pemerintahan, peluang Prabowo untuk memimpin Indonesia ke depan juga dirasakan semakin diapresiasi kebutuhannya oleh elemen rakyat atau masyarakat luas, karena memang lebih menjamin terlaksananya program-program kerakyatan secara cepat dan sungguh-sungguh.
Syahganda meyakini, pasangan Prabowo-Hatta dapat membawa mandat penciptaan kondisi yang benar-benar sehat di sekitar kehidupan rakyat, agar tidak selamanya mengalami kelemahan maupun bentuk ketertinggalan di bidang sosial ekonomi, yang justru tergolong mendesak diberi penanganan oleh negara.
sumber http://pemilu.okezone.com/read/2014/06/04/567/993670/ketegasan-prabowo-penting-untuk-bangun-karakter-bangsa

Read More »
06.09 | 0 komentar

Ketegasan Soekarno Membuat Presiden Amerika Tekuk Lutut



Bung Karno geram. Ike mencoba merayunya, “Tolong bebaskan pilotku”. Tapi Bung Karno tetap saja geram. Mungkin juga karena yang merayu Soekarno adalah Ike, seorang pria tua. Ike itu adalah nama panggilan D. Dwight Eisenhower, presiden AS di masa itu. Kali ini Amerika memang kena batunya.

Negara digdaya itu dibikin malu Indonesia ketika pilotnya, Allen Pope ditembak jatuh di pulau Morotai. Lebih malu lagi, karena dengan tertangkapnya pilot itu, kedok AS dan CIA akhirnya terbuka. Kedok yang membuktikan AS melalui CIA sudah main api dengan petualangannya di balik pemberontakan separatisme di Indonesia. Termasuk juga infiltrasi AS yang mempersenjatai para pemberontak itu. Ini yang bikin Bung Karno geram, dan mulai memainkan kartu trufnya.

Bung Karno yang tadinya dikerjai Amerika, sekarang balas mengerjai Amerika. Bung Karno sadar, tertangkapnya Allen Pope mendongkrak posisi tawar Indonesia di hadapan Amerika. Cerita selanjutnya adalah bagaimana Ike dan John F. Kennedy jadi repot dibuatnya.
Inilah moment bersejarah ketika Indonesia yang miskin untuk pertama kalinya punya posisi tawar tinggi di hadapan “juragan kaya”, Amerika.

Bung Karno tidak cuma menuntut Amerika mesti minta maaf. Tapi masih ada sederet permintaan lain yang bikin Amerika “maju kena mundur kena”. Eisenhower minta Indonesia melepaskan pilot Allen Pope. Tapi Bung Karno tidak mau melepas begitu saja dengan gratis. Pilot itu adalah kartu truf-nya.


Allen Pope

Inilah kisah bagaimana Bung Karno dengan amarah “memiting leher Allen Pope” sambil telunjuknya memberi isyarat agar Amerika mau bersimpuh di kaki Bung Karno (tentu saja ini hanya simbolisasi teatrikal).

Gantung Allen Pope! Hukum mati Allen Pope! Begitu gelombang protes di depan kedutaan AS di Jakarta setelah Allen Pope tertangkap. tahun 1958 itu . Rakyat Indonesia memang dibikin naik darah oleh kelakuan Allen Pope. Soalnya si pilot ini sudah menjatuhkan bom di Ambon yang memakan tak sedikit korban jiwa.

Di tengah suasana panas itu, teman-teman Mas Tok atau Guntur Soekarnoputra tidak berhenti menjejalinya dengan pertanyaan-pertanyaan seputar pilot Allen Pope.
Percakapan Bung Karno dengan putra sulungnya berkaitan hal itu, sudah banyak diungkap berbagai sumber. Tapi sebetulnya ada yang lebih penting lagi di balik percakapan antara Bung Karno dan Mas Tok berikut ini…..

Bung Karno sedang mandi. Mas Tok yang masih remaja menggedor-gedor pintu kamar mandi. Tidak sabar. Karena pintu terus digedor, Bung Karno melongok sebentar. “Ada apa tho Mas Tok? Bapak belum selesai mandi”.

Begitu pintu terbuka, Mas Tok langsung menyambar ayahnya dengan pertanyaan, “Bener nggak sih bapak menukar pembebasan Allen Pope dengan tebusan pesawat Hercules?”. Mas Tok memang tidak sabaran ingin segera tahu jawabnya. Saat itu juga dia harus mendapatkan bocoran jawabannya. Memang sebelumnya di antara teman-temannya, mereka sudah kasak-kusuk membenarkan gosip itu. Mas Tok jadi panas juga. Soalnya sebagai anak Bung Karno, seharusnya dia lebih tahu dari teman-temannya.

Mas Tok yang penasaran tidak perlu menunggu lama menanti jawab ayahnya. Pertanyaan Mas Tok itu langsung disambar dengan tawa khas ayahnya. Menggelegar, “Hahahahaha……biar saja Amerika kasih Hercules itu buat Bapak. Kalau Amerika kirim pesawat lagi, nanti Bapak suruh tembak lagi. Sebagai tebusannya, Bapak minta Marilyn Monroe dan Ava Gardner”.


Ava Gardner

Itu humor khas Bung Karno. Humor seorang negarawan nyentrik. Cara Bung karno bercanda dengan politikus sejawatnya sehari-hari, tidak beda jauh dengan guyonan-nya dengan anak-anaknya. Mas Tok dan adik-adiknya sudah hafal adat ayahnya. Dasar Bung Karno!
Tapi sebetulnya di balik canda itu, mungkin bahkan Bung Karno dan Mas Tok sendiri waktu itu belum menyadari sesuatu. Yaitu buntut dari posisi tawar Indonesia tadi, Bung Karno telah memulai tonggak lahirnya sejarah armada baru bagi AURI, yaitu lahirnya skuadron Hercules di Indonesia. Armada ini kelak turut punya andil dalam merebut Irian Barat dari Belanda.
Itu semua berawal dari negosiasi tarik ulur demi pembebasan seorang pilot yang bikin Amerika gelisah. Bagaimana tidak? Soalnya kalau tidak segera diselamatkan, bisa-bisa pilot itu buka mulut tentang info rahasia yang berkaitan dengan permainan CIA.


Dulu serangan Maukar ke Istana didesas-desuskan akibat Bung Karno menggoda tunangan sang pilot.
Gosip selanjutnya menghantam Bung Karno lagi. Yaitu pembebasan pilot Allen Pope digosipkan karena Bung Karno dirayu oleh istri Pope, yang sengaja didatangkan dari Amerika. Walaahhh….

Kedengaran kayak gosip murahan. Tapi tunggu dulu! Sejarah kadang memang diwarnai gosip murahan, yang bermuara pada hasil yang tidak murahan. Konon itu yang namanya intrik politik tingkat tinggi. Intrik yang menggunakan sisi kelemahan Bung Karno. Kelemahan apalagi kalau bukan soal perempuan? Mentang-mentang Bung Karno mata keranjang…..

Bung Karno memang mata keranjang. Tapi pihak yang anti Bung Karno kadang memanipulasi sisi ini secara berlebihan. Sama halnya CIA yang menggunakan kelemahan don yuan-nya Bung Karno untuk menjatuhkan kredibilitas presiden RI di mata rakyatnya. Menjatuhkan Bung Karno adalah satu-satunya cara agar Amerika bisa bercokol kuat di Indonesia. Sudah dicoba segala cara agar Bung Karno jatuh, tidak berhasil juga. Dicoba dengan cara ancaman embargo, penghentian bantuan…..ehhh Bung Karno malah teriak, “Go to hell with your aid!”.


Go to hell with your aid!

Akhirnya CIA pakai cara lain. Yaitu infiltrasi ke berbagai pemberontakan di Indonesia. Puncaknya terjadi dalam pertempuran di pulau Morotai, tahun 1958. Ketika itu TNI (pasukan marinir, pasukan gerak cepat AU, dan AD) menggempur Permesta, gerakan pemberontakan di Sulawesi Utara.

Persenjataan Permesta tidak bisa dianggap enteng. Soalnya ada bantuan senjata dari luar. Tadinya tudingan bahwa CIA adalah biang kerok semua ini masih dugaan saja. Ketika kapal pemburu AL dan mustang AU melancarkan serangannya, satu pesawat Permesta terbakar jatuh.

Sebelum jatuh, ada dua parasut yang tampak mengembang keluar dari pesawat itu. Parasut itu tersangkut di pohon kelapa. TNI segera membekuk dua orang. Yang satu namanya Harry Rantung anggota Permesta. Dan yang tak terduga, satunya lagi bule Amerika. Itulah si pilot Allen Pope. Dari dokumen-dokumen yang disita, terkuak Allen Pope terkait dengan operasi CIA. Yaitu menyusup di gerakan pemberontakan di Indonesia untuk menggulingkan Soekarno.
Tak pelak lagi, tuduhan bahwa Amerika dengan CIA adalah dalang pemberontakan separatis, bukan isapan jempol!

Peristiwa tertangkapnya Allen Pope adalah tamparan bagi Amerika. Itu mungkin terwakili dalam kalimat Allan Pope ketika tertangkap. Setelah pesawat B-26 yang dipilotinya jatuh dihajar mustang AU dan kapal pemburu AL, komentar Pope: “Biasanya negara saya yang menang, tapi kali ini kalian yang menang”. Setelah itu dia masih sempat minta rokok.


B-26 kena tembak

Tapi sebetulnya yang lebih bikin malu Amerika bukan soal kalah yang dikatakan Pope tadi. Tapi tertangkapnya Allan Pope mengungkap permainan kotor AS untuk menggulingkan Soekarno. Amerika terus ngeyel menyangkal. Tapi bukti-bukti yang ada, akhirnya membungkam mulut Amerika.

Taktik kotor itu jadi gunjingan internasional. Tanpa ampun, kedok Amerika dengan CIA-nya berhasil dibuka Indonesia, lengkap dengan bukti-bukti telak. Amerika terpaksa berubah 180 derajat menjadi baik pada Soekarno. Semua operasi CIA untuk mengguncang Bung Karno (untuk sementara) dihentikan.

Amerika berusaha mati-matian minta pilotnya dibebaskan. Segala cara pun mulai dilakukan untuk mengambil hati Bung Karno. Eisenhower mengundang Soekarno ke AS bulan Juni 1960. Lalu Soekarno juga diundang John Kennedy di bulan April 1961. Di balik segala alasan diplomatik tentang kunjungan itu, tak bisa disangkal itu semua buntut dari cara Bung Karno memainkan kartunya terhadap Amerika.

Selama periode itu, Bung Karno main tarik ulur dengan pembebasan Pope. Tarik ulur itu berjalan alot. Karena Bung Karno ogah melepaskan Pope begitu saja. Bung Karno sengaja berlama-lama “memiting leher” Allan Pope sebelum Amerika meng-iya-kan permintaan Indonesia. Amerika mati kutu. Tak ada jalan lain. Negosiasi pun segera dimulai. Negosiasi alot yang memakan waktu 4 tahun, sebelum akhirnya Allen Pope benar-benar bebas.

Dimulai dengan Ike atau Eisenhower yang membujuk, merayu dan mengundang Bung Karno ke Amerika. Namun sesudahnya Bung Karno tetap tidak mau tunduk diatur-atur Ike. Situasi mulai berubah sedikit melunak setelah kursi kepresidenan AS beralih ke John F. Kennedy.


Soekarno bersama JFK

John Kennedy tahu, kepribadian Soekarno sangat kuat dan benci di-dikte. Karena itu dengan persahabatan dia mampu “merangkul” Soekarno. “Kennedy adalah presiden Amerika yang sangat mengerti saya”, kata Bung Karno.
Dengan John, negosiasi mulai mengarah ke titik terang. Berkaitan itu pula, John mengirim adiknya Robert Kennedy ke Jakarta. Robert membawa sejumlah misi, diantaranya: “bebaskan Pope”.


Robert Kennedy dan istri (di belakang Soekarno)

Konon ketika itu juga Amerika mengirim istri Allen Pope yang cantik. Perhitungannya, wanita cantik mampu meluluhkan hati Bung Karno. Ini asal mula beredar issue bahwa Bung Karno dirayu istri Allen Pope. Yang tidak banyak disebutkan orang, yaitu ibu dan saudara perempuan Allen Pope juga datang memohon-mohon dengan tangisan minta belas kasihan Bung Karno.
Buat Bung Karno, pilot itu dibebaskan atau tidak dibebaskan, hasilnya sama saja. Yaitu tidak membuat korban-korban bom si pilot bisa hidup kembali. Jadi kenapa tidak memanfaatkan saja ketakutan Amerika yang ciut kalau pilot itu buka mulut?

Bung Karno memainkan kartu trufnya atas dasar apa yang dibutuhkan bangsa Indonesia pada waktu itu. Indonesia betul-betul sengsara dan kelaparan, jadi butuh uang dan nasi. Indonesia sedang bertempur melawan Belanda untuk merebut Irian Barat. Jadi butuh senjata, sejumlah perangkat perang dan armada tempur.

Permintaan Bung Karno itu tentu saja tidak disampaikan dengan cara mengemis. Tapi dengan cara yang menyeret Amerika untuk membuat interpretasi diplomatik. Mau tidak mau, isyarat diplomatik Soekarno bikin Amerika harus bisa membaca yang tersirat di balik yang tersurat.
Dibanding Ike alias Eisenhower, John Kennedy lebih peka membaca isyarat itu. Itulah yang dimaksud Bung Karno bahwa John Kennedy mengerti dirinya. Kennedy tidak cuma sekedar mengundang Bung Karno ke Amerika untuk plesiran. Tapi juga ada tindak lanjut nyata di balik undangan diplomatik itu.

John paham Indonesia butuh perangkat perang untuk merebut Irian Barat. Di antaranya armada tempur. Karena itu diajaknya Bung Karno mengunjungi pabrik pesawat Lockheed di Burbank, California. Di sana Bung Karno dbantu dalam pembelian 10 pesawat hercules tipe B, terdiri dari 8 kargo dan 2 tanker.


Lockheed ,Burbank- California.

Negosiasi pembebasan Allen Pope antara Ike dan Bung Karno tadinya alot. Tapi jadi licin jalannya dengan John. Dia tidak pelit membalas “kebaikan” Bung Karno yang memenuhi permintaan AS untuk membebaskan Allen Pope.



<p>Allen Pope diadili</p>
Hasilnya? Hercules dari Amerika, menjadi cikal bakal lahirnya armada Hercules bagi AURI (armada yang kelak ikut bertempur merebut Irian Barat). Bung Karno bisa membuat Amerika menghentikan embargo. Lalu menyuntik dana ke Indonesia. Juga beras 37.000 ton dan ratusan persenjataan perangkat perang. Kebutuhan itu semua memang sesuai dengan kondisi Indonesia saat itu.

Ternyata begini ini yang namanya negosiasi tingkat tinggi. Akhirnya Allen Pope dibebaskan secara diam-diam oleh suatu misi rahasia di suatu subuh, Februari 1962. Negosiasi itu seluruhnya tentu makan biaya yang tidak sedikit. Siapa yang mesti membayar semua itu? Konon rekening Permesta yang harus membayar ganti rugi akibat negosiasi itu. Sempat terdengar selentingan bahwa jalan by pass Cawang-Tanjung Priok dan Hotel Indonesia lama di Bundaran HI Thamrin, adalah wujud dari ganti rugi itu. Benarkah demikian? Wallahualam.
Sayang hubungan mesra Bung Karno dengan Amerika berakhir setelah Kennedy terbunuh tahun 1963. Terbunuhnya Kennedy membuat CIA kembali leluasa mewujudkan mimpi lama yang sempat terhenti. Yaitu terus mengguncang kursi Bung Karno, hingga Putra Sang Fajar itu akhirnya benar-benar terbenam. Kita semua tahu bagaimana akhir episode itu.
https://id-id.facebook.com/notes/sekilas-info-menarik/ketegasan-soekarno-membuat-presiden-amerika-tekuk-lutut/218824424826212?comment_id=3077652

Read More »
06.03 | 0 komentar

OBOR RAKYAT FITNAH JOKOWI: Inilah Komentar Front Pembela Obor Rakyat

Tabloid Obor Rakyat yang banyak menyebarkan kampanye hitam/Antara
Antara
Tabloid Obor Rakyat yang banyak menyebarkan kampanye hitam


Kabar24.com, JAKARTA— Inisiator Front Pembela Obor Rakyat (FPOR) Alfian Tanjung menuturkan pembuatan Tabloid "Obor Rakyat" untuk mengoreksi calon pemimpin.


"Ini bukan cuma perlu tapi harus (pembuatan Obor Rakyat) karena dalam memilih pemimpin, rakyat tidak boleh ibaratnya membeli kucing dalam karung," kata Alfian yang berasal dari aktivis Taruna Muslim melalui keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (18/6/2014).



Alfian mengatakan fakta menunjukkan capres Jokowi tidak amanah mengemban tugas sebagai Gubernur DKI Jakarta selama lima tahun.



Aktivis Korps Muballigh Jakarta Edy Mulyadi menyatakan FPOR dibentuk untuk memberikan pendampingan dan pembelaan terhadap Obor Rakyat yang sudah diperlakukan secara tidak adil.



Edy meminta pendukung Jokowi membuktikan tuduhan Tabloid Obor Rakyat yang melakukan kampanye "hitam".



Dia menjelaskan masyarakat harus mengetahui perbedaan kampanye hitam dengan kampanye negatif.



Dia mendefinisikan kampanye hitam merupakan informasi keburukan yang disebarluaskan berupa fitnah, sedangkan kampanye negatif sebagai informasi tentang keburukan yang disajikan berdasarkan fakta.



Edy mempertanyakan peraturan tentang kebebasan pers, namun ketika Obor Rakyat menyajikan fakta keburukan dianggap sebagai fitnah.



Pemimpin Redaksi "Voice of Islam" Mashadi menambahkan keberadaan Tabloid Obor Rakyat diperlukan ketika media massa lain tidak menjalankan fungsi secara tidak berimbang.



Sebelumnya, tim advokasi pasangan Jokowi-JK melaporkan Setriyadi dan Darmawan terkait dugaan melanggar Pasal 310 KUHP tentang fitnah dan Pasal 311 KUHP tentang pencemaran nama ke Mabes Polri pada beberapa waktu lalu.



Tabloid Obor Rakyat dituduh menginformasikan persoalan suku agama dan ras yang ditujukan kepada pasangan Jokowi-JK. (Antara)

sumber http://www.kabar24.com/nasional/read/20140619/98/221657/obor-rakyat-fitnah-jokowi-inilah-komentar-front-pembela-obor-rakyat

Read More »
05.42 | 0 komentar